28.5 C
Mataram
Sabtu, 7 Februari 2026
BerandaBerita UtamaRusak Ekosistem Laut dan Reputasi Wisata, Aktivitas Bongkar Muat Liar di Gili...

Rusak Ekosistem Laut dan Reputasi Wisata, Aktivitas Bongkar Muat Liar di Gili Trawangan Ditindak BKKPN

Lombok Utara (Inside Lombok) – Aktivitas bongkar muat yang tak lazim dan melanggar aturan tengah menjadi sorotan Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Wilayah Kerja (Wilker) Gili Matra. Pasalnya, kegiatan ini terjadi di zona konservasi perairan, tepatnya di area pelabuhan Gili Trawangan, dan berpotensi merusak ekosistem laut yang vital.

Koordinator BKKPN Kupang, Wilker Gili Matra, Martanina Noni mengungkapkan kekhawatirannya atas laporan yang masuk menyebutkan adanya aktivitas bongkar muat tabung gas elpiji oleh sebuah pelaku usaha pariwisata di area pantai yakni Villa Unggul yang seharusnya steril dari kegiatan tersebut. Lebih parah lagi, tabung-tabung gas tersebut digelindingkan langsung di pesisir pantai.

“Ini bukan hanya menyalahi prosedur, tapi juga sangat berisiko merusak padang lamun dan karang yang ada di sekitar lokasi,” ujarnya, Kamis (24/7). Lebih lanjut, padang lamun merupakan habitat penting bagi biota laut dan bagian integral dari kawasan konservasi.

Menanggapi pelanggaran ini, tim BKKPN bersama Polisi Khusus Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (Polsus WP3K) segera turun tangan. Mereka langsung melakukan investigasi dan memberikan peringatan keras serta sosialisasi kepada pengelola Villa Unggul. Pasalnya,

“Area tersebut adalah zona snorkeling favorit wisatawan mancanegara. Bahkan, keluhan dari turis asing prihatin atas aktivitas ini sudah mulai bermunculan. Ini bisa berdampak buruk terhadap citra pariwisata di Gili Trawangan,” jelasnya.

Bahkan, BKKPN berkomitmen untuk terus mengawasi ketat zona konservasi. Dalam waktu dekat, Polsus WP3K akan melayangkan surat teguran resmi kepada Villa Unggul sebagai langkah penegakan aturan. Untuk itu, dihimbau seluruh pelaku usaha di Gili Matra untuk mematuhi zonasi dan tata kelola kawasan konservasi perairan. “Keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan pariwisata bergantung pada kepatuhan kita bersama terhadap aturan yang ada,” demikian. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer