Satgas Percepatan Vaksinasi NTB bersama TNI Polri Siap Bantu Percepatan Cakupan Vaksinasi di Kota Mataram

18
Rapat koordinasi percepatan vaksinasi di Kota Mataram. (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside Lombok) – Keterbatasan stok vaksin yang terjadi di Kota Mataram mendapatkan atensi dari Kapolda NTB, Irjen Pol Djoko Poerwanto dan Satgas percepatan vaksinasi Provinsi NTB. Upaya yang dilakukan saat ini untuk mempercepat cakupan vaksinasi di Kota Mataram. Salah satunya dengan meminta stok vaksin di kabupaten/kota lainnya yang serapannya rendah.

Kapolda NTB, Irjen Pol Djoko Poerwanto saat rapat koordinasi percepatan cakupan vaksinasi di RSUD Kota Mataram, Senin (24/1) mengatakan, TNI/Polri siap membantu untuk percepatan vaksinasi baik untuk booster (dosis ketiga) atau vaksinasi anak. Jika pelaksanaan vaksinasi terkendala oleh petunjuk pelaksana dan petunjuk teknis yang ada, maka aparat kepolisian akan membantu untuk dikoordinasikan dengan pemerintah pusat terkait aturan tersebut.

“Kita sudah sepakat sebenarnya untuk membantu eksekusi. Saya beberapa diskusi tentang juknis dan saya tidak salahkan juknis perlu ada percepatan dan paralel. Kami ada link ke pemerintah pusat untuk membantu mempercepat vaksinasi itu,” katanya.

Ia mengatakan, serapan vaksinasi di masing-masing daerah berbeda-beda tergantung dari animo masing- masing masyarakat. Untuk mempercepat cakupan di Provinsi NTB, maka vaksin yang masih tersedia di kabupaten/kota yang serapannya rendah agar bisa dialihkan ke daerah lain yang memiliki keterbatasan vaksin.

“Makanya kan tadi ada angka dan kita koordinasi semua hal yang menyebabkan itu bisa menjadi cepat kita laksanakan, semua yang bisa membuat cepat kita koordinasikan, semua yang bisa membuatnya menjadi cepat kita menjadi tanggung kita bersama,” tegasnya.

IMG 20220125 WA0014

Realisasi vaksin anak di Kota Mataram masih cukup rendah yaitu sebanyak 32.25 persen atau sebanyak 15.047 anak untuk dosis pertama. Sedangkan dosis kedua yaitu hanya 0,10 persen atau sebanyak 48 siswa. Karena berdasarkan informasi dari Dinas Pendidikan Kota Mataram, siswa antusias, tapi vaksin yang tidak tersedia. “Kondisi ini sangat disayangkan,” ujar Kapolda NTB.

Sementara itu, Ketua Satgas Percepatan Vaksinasi Provinsi NTB, dr H. Lalu Herman Mahaputra, M.Kes, MH mengatakan, vaksin yang ada di NTB saat ini ada yang akan masuk masa kadaluarsa. Untuk mengantisipasi adanya vaksin yang kadaluarsa, maka yang masih tersedia di daerah agar disalurkan ke kabupaten/kota yang kekurangan vaksin seperti ke Kota Mataram.

“Kenapa Kota Mataram, karena menjadi episentrum. Urban dari kabupaten/kota ke Kota Mataram cukup tinggi. Sehingga kita perkuat Kota Mataram. Karena booster ini untuk menambah imunitas,” katanya.

IMG 20220125 WA0015

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi mengatakan, saat ini jumlah sekolah yang sudah terlayani vaksin Covid-19 di Kota Mataram yaitu sebanyak 93 sekolah dari 205 sekolah SD/MI. Masih rendahnya capaian vaksin di Kota Mataram karena stok yang terbatas. Namun dari rapat tersebut, Kota Mataram kembali mendapatkan persediaan vaksin sebanyak 6.000 dosis. Ribuan dosis ini bersumber dari Kabupaten Lombok Utara dan persediaan di Dinas Kesehatan Provinsi NTB.

“31 sekian persen yang sudah tercapai dari 205 SD/MI baik pondok semua itu sudah 93 yang kita datangi. artinya masih ada sisa. Nanti kadis provinsi mengatakan nanti ada 6.000 dosis vaksin anak sinovac yang akan dilakukan hari ini dan besok,” katanya.

IMG 20220125 WA0016

Sebelumnya, target vaksin Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun di Kota Mataram yaitu pada 20 Januari. Namun karena keterbatasan vaksin hingga kini capaiannya masih sangat rendah.

“Karena 20 Januari sudah selesai tapi apa vaksin tidak ada. Makanya mundur baru 31 persen. Saya yakin kalau ada selesai kok. Kalau kita serapanya cepat yang 6.000 dosis dan tiga hari habis,” katanya. (azm)

IMG 20220125 WA0013