31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaBerita UtamaSedang Antar Pasien, Ambulans Puskesmas Sekotong Mogok di Perjalanan

Sedang Antar Pasien, Ambulans Puskesmas Sekotong Mogok di Perjalanan

Lombok Barat (Inside Lombok) – Memprihatinkan, ambulans yang sedang merujuk pasien dari Puskesmas Sekotong justru mogok di tengah jalan dan viral di media sosial. Dengan kondisi jarak tempuh wilayah selatan Lobar yang cukup jauh dan medan yang terjal itu, adanya ambulans dengan kondisi yang memadai dinilai perju jadi atensi.

Dalam video yang viral di media sosial tersebut, terlihat petugas medis hingga warga saling membantu mendorong ambulans yang mogok tersebut agar bisa hidup kembali. Sebab di dalamnya ada pasien yang harus dirujuk ke RSUD Tripat, Gerung. Syukurnya, pasien tersebut selamat sampai ke rumah sakit.

Kendati, akibat kondisi itu, pihak keluarga mengeluhkan pelayanan tersebut karena mengancam keselamatan pasien. Banyak pihak yang merasa miris melihat kondisi ambulans tersebut yang terlihat minim perawatan. Bahkan dalam video yang beredar, ambulans itu terlihat tanpa kunci kontak dan hanya menggunakan colokan kabel.

“Pasien parah, ambulans mogok, tidak pakai kunci, pakai colokan doang,” terdengar suara keluhan pihak keluarga pasien yang menjelaskan kondisi saat itu, dalam rekaman video yang beredar. Warga pun mempertanyakan anggaran perawatan dari dinas terkait untuk ambulans tersebut.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Sekotong, I Komang Sutrisna Budiasa
mengkonfirmasi kejadian ambulans yang mogok tersebut. Dijelaskan, di Puskesmas Sekotong ada dua ambulans, di mana satu unit masih dalam kondisi yang dinilai baik, sedangkan satu lagi memang dalam keadaan rusak berat.

“Kondisi rusak berat, itu yang viral (karena mogok, Red). Memang termasuk sopirnya sedang pelayanan ke Meang. Jadi yang mengendarai itu yang tidak bisa memegang kendaraan itu,” terang Komang, Kamis (10/04/2025).

Dia menuturkan, saat sebelum kejadian mogok itu viral, kondisi ambulans ketika berangkat merujuk dari Puskesmas masih dalam keadaan aman dan bisa dipakai. Namun nahas, di tengah perjalanan justru macet. Tetapi, kata dia, ada teknik yang dikuasai oleh sopir yang biasa membawa ambulans tersebut supaya tidak macet. “Dan saat kejadian (mogok, Red) posisi ambulans (yang masih layak). Sedang melakukan pelayanan di daerah Meang,” sambungnya.

Kebetulan saat itu ambulans akan kembali ke puskesmas, namun karena medan dan jaraknya jauh sehingga perjalanan pun memakan waktu. Tidak sampai 10 menit setelah itu, ambulans lain yang digunakan untuk pelayanan ke Meang pun tiba ke lokasi kendaraan pasien yang mogok tersebut. Sehingga pasien selamat sampai Rumah Sakit Tripat. “Syukurnya pasien selamat sampai di sana,” ujarnya.

Komang pun mengaku, pihaknya sudah menyampaikan persoalan kekurangan ambulans ini ke Dinas Kesehatan. Informasi yang diperoleh pihaknya, dinas akan memberikan ambulans yang lebih baik. “Tapi kepastian kapan dapatnya, kami belum tahu,” ungkapnya.

Pihaknya pun mengaku sudah merencanakan perbaikan untuk ambulans yang rusak tersebut. Hanya saja, kata dia, barangnya perlu dipesan dulu. Terlebih, perbaikan yang akan dilakukan tidak bisa total, lantaran membutuhkan biaya yang cukup besar. Tetapi dengan kondisi daerah yang sulit dijangkau di wilayah kerjanya mencapai 12 titik. Tentu adanya ambulans baru yang lebih memadai sangat dibutuhkan.

Karena kata dia, idealnya, Puskesmas Sekotong memerlukan tiga ambulans. Karena selain daerahnya yang jauh dan wilayahnya yang luas, topografi daerah Selatan di Lobar ini juga diakui sangat sulit. (yud)

- Advertisement -

Berita Populer