Lombok Timur (Inside Lombok) – Nasib malang menimpa dua pegawai PT. Amri Gas Migas pada saat mereka mengantarkan gas elpiji di pangkalan di Dusun Aikdewa Selatan, Desa Aikdewa, Kabupaten Lombok Timur. Mereka tanpa sadar pada saat menurunkan gas, tiba-tiba dua tas selempang yang berisikan barang berharga malah raib digondol maling.
Peristiwa bermula pada Senin (23/06/2025) sekitar pukul 11.00 Wita, saat mereka tiba di pangkalan dengan membawa stok gas elpiji dan mereka menurunkan tabung gas sebanyak 260 buah. Pada saat itu situasi di sekitarnya juga sedang ramai oleh masyarakat yang hendak menukarkan gas dan pengendara yang lalu lalang.
“Saat itu kami hanya berdua saja yang menurunkan gas ke pangkalan sebanyak 260 buah, namun situasi pada saat itu sedang ramai,” ucap Lalu Bakar, sopir truk gas elpiji.
Usai menurunkan tabung gas elpiji, mereka kedua kembali masuk ke mobil dan mendapati kaca mobil sudah terbuka. Dan baru menyadari tas dan kunci mobil sudah tidak ada.
“Pas turun kami tutup dulu kaca mobil, tapi tidak dalam keadaan terkunci,” ujarnya.
Adapun barang berharga yang berhasil dibawa kabur yakni dua tas selempang yang berisikan dua dompet, STNK lengkap, STNK motor, SIM, kunci mobil, kunci motor, KTP, dan uang tunai sekitar Rp 1. 400.000.
Sementara itu, anak dari pemilik pangkalan, Neni Hazatun Anisa menjelaskan pada saat proses penurunan tabung gas ke tempatnya, ia berjaga di pintu mobil sebelah kiri dan terlihat aman-aman saja. Sebab dari luar tak bisa melihat kondisi aktivitas yang ada di dalam mobil.
“Saat itu saya juga berada di luar sebelah kiri pintu mobil, tapi saya tidak melihat apa-apa dari luar. Tau-tau yang dibuka itu kaca mobil sebelah kanan,” jelasnya.
Kejadian tersebut dikatakannya baru pertama kali terjadi setelah puluhan tahun lamanya proses turun angkut gas elpiji dari pangkalannya. Hal itu tentu membuat mereka menjadi panik dan melaporkan kejadian itu ke aparat kepolisian setempat.
Mendapati laporan tersebut, Kapolsek Pringgasela langsung memerintahkan anggotanya untuk melakukan cek tempat kejadian perkara untuk menggali informasi lebih dalam di lapangan.

