Selamat, Lobar Punya Wakil Bupati Perempuan untuk Pertama Kalinya

Pelantikan Bupati-Wakil Bupati Lombok Barat Terpilih, Fauzan dan Sumiatun (Zaitun), oleh Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Selasa (23/04/2019) (Inside Lombok/Bayu Pratama)

Mataram (Inside Lombok) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah (Bang Zul), melantik secara resmi Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Lombok Barat (Lobar) periode 2019-2024, pasangan Fauzan Khalid dan Sumiatun (Zaitun), Selasa (23/04/2019). Pelantikan tersebut menjadi sejarah baru bagi Lobar karena untuk pertama kalinya memiliki Bupati-Wakil Bupati dengan keterwakilan gender yang akan memimpin untuk lima tahun ke depan.

Dalam sambutannya, Bang Zul menekankan tentang betapa pentingnya menjaga kekompakan dan kesinambungan yang tidak terpengaruh akomodasi kepentingan politik masing-masing pemimpin. Menurut Bang Zul, hal tersebut memanglah tidak gampang.

“Sudah banyak Gubernur-Wakil Gubernur, Bupati-Wakil Bupati, Wali Kota-Wakil Wali Kota kita yang berpisah karena ribut soal hal-hal sepele,” ujar Bang Zul dalam sambutannya.

Bang Zul juga menyampaikan keyakinannya bahwa pasangan Zaitu selaku Bupati Lobar terpilih akan membawa Lobar menuju pengembangan yang lebih baik. Hal tersebut didasarkan pada latar pelakang Fauzan sendiri yang dinilai Bang Zul telah cukup berpengalaman.

“Saya yakin Pak Bupati Lombok Barat ini seorang politisi yang jam terbangnya sudah tinggi. Sebagai aktifis, sebagai penyelenggara pemilu, dan lain sebagainya. Sudah cukup matang untuk merawat kebersamaan,” ujar Bang Zul.

Menanggapi hal tersebut, Fauzan menyatakan dirinya sangat menghayati apa yang telah disampaikan Bang Zul dalam sambutannya. Hal tersebut ditegaskan Fauzan dengan menyebutkan jargon kepemimpinannya yang disebut “Sopoq Angen”.

“Saya hayati betul yang disampaikan Pak Gubernur. Ada dua yang betul-betul saya perhatikan. Yang pertama terkait dengan kekompakan, dan insyaallah saya dan Buk Sumiatun jargonnya kan ‘Sopoq Angen’,” ujar Fauzan, Selasa (23/04/2019).

Ia mengaku sudah lama kenal, sudah lama bersama-sama dengan wakilnya itu. Ia akan berusaha terkait apa yang disampaikan gubernur kepadabya akan dipegang teguh.

“Pesan kedua, terkait dengan kami harus berlaku adil kepada semua orang. Kalau yang itu memang perintah agama,” ujarnya.

Fauzan dan Sumiatun sendiri mengusung visi-misi yang disebutnya dengan istilah Mantap sebagai singkatan dari Amanah, Sejahtera, Berprestasi. Visi-misi tersebut akan lebih diperjelas lagi pada tanggal 3 Mei 2019 dalam pembacaan visi-misi di Sidang Paripurna DPRD NTB.

“3 Mei sesuai dengan peraturan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) akan ada pembacaan visi-misi di dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD (NTB). Akan ada pidato dari bupati dan wakil bupati terpilih,” ujar Fauzan.

Selain itu, Fauzan juga menerangkan bahwa dalam awal kepemimpinan dirinya akan mulai memilih program prioritas untuk Lobar mengingat ABPD yang diterima Lobar masih belum cukup untuk melaksanakan seluruh program. Salah satu yang menjadi perhatian dari Fauzan dan Sumiatun adalah pembukaan akses antar desa di Lobar.

“Akses antar desa tetap menjadi perhatian karena itu juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, mengundang investor, mempermudah perizinan, mendekatkan pelayanan.
Insyaallah akhir 2019 ini kami (sediakan) UPTD Dinas Kependudukan, sehingga ada layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bisa lebih dekat,” ujar Fauzan.

Selain itu, di awal kepemimpinannya Fauzan menerangkan akan mulai melakukan penataan kawasan Senggigi di awal tahun 2020 serta menyelesaikan penyediaan lampu jalan di seluruh ruas jalan di Lobar yang ditargetkan selesai sebelum akhir tahun 2019.