Seorang Ayah Disiram oleh Istri dan Anak, Berikut Kronologisnya

Lombok Timur (Inside Lombok) – Seorang ayah, Amak Nur disiram air panas oleh istrinya, Inak Esi dan anak perempuannya, Mina pada Senin malam (12/11/2018) sekitar pukul 20.00 WITA yang berlokasi di Dusun Esoh, Desa Batu Putek, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur.

Cucu korban, Daos, menceritakan kronologis kejadian berawal saat Amak Nur melarang anak pertama dan istrinya untuk pergi keluar karena hari sudah malam. Pada saat itulah mulai muncul pertengkaran di antara mereka yang kemudian terjadilah kasus ini.

“Istrinya marah waktu itu dan menyuruh anaknya untuk masak air, ibunya ini yang pegang suaminya biar tidak bisa bergerak saat air mendidih, saat itu juga airnya dituang ke seluruh tubuh korban,” jelas Daos, Rabu (14/11/2018).

Setelah kejadian tersebut, Daos mengatakan bahwa kakeknya langsung melapor ke Kepala Dusun Esoh. Namun sebelumnya, korban sempat mengurungkan niat untuk melapor ke polisi. Akan tetapi para warga setempat resah dan takut jika kejadian ini akan terus berlanjut karena tidak hanya sekali Amak Nur dipukuli oleh sang istri sehingga menyebabkan luka pada sang suami.

“Korban sering dipukuli juga sama istrinya, dia pernah lemparkan parang ke kepala suaminya sampai kulit kepalanya sobek karena parang itu, kejadian ini sudah cukup lama sekitar beberapa bulan yang lalu,” lanjutnya.

Alasan Amak Nur akhirnya ingin melaporkan kejadian pada waktu itu karena warga khawatir suatu saat istri korban bisa membunuh sang suami dengan kelakuannya yang terbilang kejam tersebut. Menurut perkiraan Daos, sang istri membenci suaminya karena faktor usia yang sudah tua.

Warga setempat berencana untuk mengusir kedua pelaku yang merupakan anak dan istri korban sendiri dari Dusun Esoh jika Amak Nur tidak melaporkannya ke polisi.

“Warga bilang jika Amak Nur tidak keberatan untuk tidak mau lapor ke polisi maka warga sebelumnya minta maaf akan mengusir mereka dari dusun itu dan korban tidak mau diusir jadi dia lebih milih untuk melapor,” ujar Daos.

Sesaat setelah melapor kejadian tersebut, Amak Nur langsung dibawa ke Puskesmas Keruak untuk dirawat inap karena luka yang ditubuhnya terlalu parah. Ia juga ditemani oleh anak keduanya, Mini di puskesmas.

Kabarnya kedua pelaku tersebut sudah ditangani oleh Polres Lombok Timur pada saat itu juga karena ditakutkan warga yang akan menghakimi. Hingga saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan. (IL4)