Setelah Oktober, PTM di Lobar Ditargetkan Berjalan 100 Persen

32
Kadis Dikbud Lobar, H. Nasrun, saat ditemui di kantor Bupati Lobar. Kamis (30/09/2021). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar pekan ini melakukan monitoring dan evaluasi (monev) atas jalannya pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah berlangsung sekitar satu bulan terakhir. Setelah Oktober, PTM ditargetkan 100 persen. Mengikuti cakupan vaksinasi Covid-19 hingga mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok.

“Setelah Oktober ini, nanti bagaimana keadaannya kita lihat dulu, baru kita bisa berbuat. Tergantung situasi” sebut Kepala Dikbud Lobar, H. Nasrun saat ditemui di kantor Bupati Lobar, Kamis (30/09).

Ia mengaku sejauh ini PTM di Lobar tidak ada kendala. Proses PTM masih tetap menggunakan sistem sif dan blok dengan kuota maksimal 50 persen dari jumlah keseluruhan peserta didik. “Teman-teman sudah kita tugaskan untuk turun monev pelaksanaan tatap muka di sekolah” jelasnya.

Pihaknya berharap dengan percepatan dan pemerataan vaksinasi Covid-19 proses belajar tatap muka bisa lebih lancar ke depannya. “Kita juga di sekolah sudah mempersiapkan data-data untuk pemerataan vaksin di tingkat SMP. Ada beberapa sekolah yang sudah divaksin untuk usia 12 tahun ke atas” ungkapnya.

Di sisi lain, untuk vaksinasi guru disebut Nasrun telah mencapai 90 persen. “Yang belum paling tinggal beberapa ratus dari sekian ribu guru di Lombok Barat” tegasnya.

Pihaknya berharap vaksinasi guru dan remaja bisa segera merata. Agar jalannya PTM dapat dilaksanakan secara 100 persen dan kelancaran belajar mengajar tidak lagi terhambat. Mengingat sudah cukup lama para murid dan siswa merasakan susahnya belajar dengan sistem daring.

“Nanti kita diskusikan dengan ketua Covid-19 di kabupaten. Ini juga dalam rangka kita akan buka sekolah secara penuh,” pungkas Nasrun.