Lombok Barat (Inside Lombok) – Bupati Lobar, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) mengatakan jika pembangunan alun-alun kota Gerung yang rencananya akan menggunakan pergeseran anggaran. Sehingga hal ini dinilai tak perlu melalui pembahasan di DPRD dan saat ini proyek tersebut tengah menunggu waktu untuk proses tender.
“Apa yang harus dibahas di DPRD Lobar, karena itu pergeseran anggaran dan aturannya ada,” jelas LAZ, saat dikonfirmasi.
Dia menyebut jika pergeseran anggaran itu dibenarkan dalam aturan. Kata dia, begitu ditetapkannya APBD Lobar sebesar Rp2,2 triliun berdasarkan kesepekatan legislatif dan eksekutif, maka angka itu yang harus dikunci.
“Dan aturannya, kami boleh melakukan pergeseran tanpa perlu melaporkan ke dewan (DPRD, Red). Karena cukup dengan peraturan Bupati (Perbup), itu yang saya lakukan. Makanya itu kita harus paham aturan,” paparnya.
Menurut dia, Kepala Daerah boleh melakukan pergeseran anggaran beberapa kali melalui Perbup. Namun kuncinya adalah jumlah total APBD yang telah diketok itu tidak boleh berubah. “Kuncinya total APBD tidak boleh berubah,” imbuh mantan Dirut PDAM Giri Menang ini.
Saat disinggung apakah ada program lain yang dikorbankan demi pergeseran anggaran untuk pembangunan alun-alun tersebut. LAZ menjelaskan bahwa begitu ada surat dari Presiden RI tentang efisiensi anggaran, pihaknya lantas melakukan efisiensi di semua SPKD.
“Akhirnya kita coba efektifitasnya, dapat lah kita anggaran itu (Rp7,5 miliar red) yang kita geser. Kan kelebihan dari perjalanan dinas, karena diminta semua perjalanan dinas dipotong 50 persen, dan itu kita potong semua. Dari sana lah anggaran itu,” bebernya.
Namun, terkait kapan waktu untuk pembangunan alun-alun itu akan benar-benar terealisasi. Bupati Lobar ini mengatakan semuanya tergantung persiapan teknis. Dan saat ini pihaknya masih perlu menyelesaikan perencanaan terlebih dahulu.
“Kalau perencanaannya selesai, maka selesai. Dan sekarang posisinya tinggal ditender saja,” ungkap pria berkaca mata ini.
Terkait dengan anggaran sebesar Rp7,5 miliar itu, LAZ mengaku bahwa memang anggaran sebesar itu tentu tidak akan cukup untuk membangun alun-alun secara keseluruhan. Namun demikian, dia menegaskan bahwa anggaran tersebut adalah untuk pembangunan tahap pertama.
Kendati dirinya tak memungkiri bahwa kebijakannya ini pun tak terlepas dari pro dan kontra dari berbagai kalangan.
“Tetapi tentu kami yang diberikan mandat oleh rakyat mengkaji semuanya. Bagi saya, selama untuk kepentingan rakyat, tidak masalah saya dikritik. Karena saya ingin Gerung ini berubah, karena seperti kota mati. Itu lah bedanya saya, saya ini profesional dan orang bisnis. Kita jalan saja dulu,” pungkasnya.

