Sopir Kendaraan Logistik Dapat Rapid Antigen Gratis di Pelabuhan Lembar

1014
Anteran truk yang akan memasuki pelabuhan Lembar, Jum'at (09/07/2021). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur'ani).
IMG 20210709 WA0013
Anteran truk yang akan memasuki pelabuhan Lembar, Jum’at (09/07/2021). (Inside Lombok/Yudina Nujumul Qur’ani).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Mulai hari Jumat (9/7/2021), rapid antigen bagi sopir kendaraan logistik yang akan menyebrang melalui pelabuhan Lembar sudah digratiskan.

Rapid antigen ini disediakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) provinsi NTB. Di mana awalnya mereka harus mengeluarkan biaya Rp 150 ribu untuk biaya rapid.

“Rapid khusus untuk sopir kendaraan logistik, itu sekarang gratis sampai tanggal 20 Juli. Itu sudah disediakan oleh Dishub provinsi” terang Kapolsek Kawasan Pelabuhan Lembar, Iptu Irvan Surahman di Lembar, Jum’at (09/07/2021).

Rapid gratis bagi para sopir logistik itu dilaksanakan di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Lembar.

Sejak PPKM darurat Jawa-Bali diberlakukan dan pemeriksaan di pelabuhan Lembar diperketat, sejauh ini sudah ada empat sopir kendaraan logistik yang datang dari luar ditemukan tidak membawa hasil rapid tes. Sehingga pihaknya meminta yang bersangkutan untuk melakukan rapid setibanya di Lembar.

“Ada sekitar empat kendaraan yang sudah datang tapi tidak membawa surat rapid antigen, akhirnya kami arahkan untuk melaksanakan rapid secara mandiri di lokasi rapid yang ada di pelabuhan,” tegas dia.

Dari hasil pemeriksaan surat keterangan rapid antigen penumpang yang masuk, hingga saat ini belum ada yang ditemukan yang positif Covid-19. Tetapi satu orang penumpang yang akan menyebrang dari Lembar ke luar, ada yang didapatkan hasil rapid nya positif. Sehingga langsung ditangani oleh pihak KKP.

“Kalau penumpang yang datang belum ada (kasus positif), kalau tidak salah yang akan pergi ada rapid nya positif satu orang,”katanya.

“Dan itu sama pihak klinik bersama dengan KKP yang bersangkutan langsung dibawa ke RSUP untuk isolasi,” imbuh dia.

Sementara terkait dengan persyaratan calon penumpang yang harus membawa kartu vaksin, masih banyak calon penumpang yang ternyata belum divaksin. Sehingga per harinya, vaksinasi calon penumpang di pelabuhan Lembar bisa tembus rata-rata 100 orang.

“Kalau hitungannya sehari yang divaksin bisa mencapai 100 orang bisa dibilang masih banyak masyarakat yang belum vaksin berarti,” jelas dia.