Tak Puas Hasil Penyaringan, Dua Balon Kades Aikdewa yang Tersingkir Datangi DPMD Lotim

Balon kades saat mendatangi DPMD Kabupaten Lombok Timur, Kamis (19/01/2023). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi)

Lombok Timur (Inside Lombok) – Tes tulis untuk penyaringan bakal calon (balon) kepala desa (kades) pada desa pemilihan yang memiliki balon lebih dari 5 telah usai dilaksanakan, namun dua calon dari Desa Aikdewa yang gagal lolos menjadi calon kades tampaknya tak puas dengan hasil yang diterimanya.

Kedua balon kades Aikdewa tersebut sebelumnya telah mengikuti tes tulis bersama dengan lima balon lainnya yang dilaksanakan di ruang CAT BKPSD Lombok Timur dengan, pelaksanaanya pun dilakukan sangat transparan dengan disertai CCTV dan monitor agar khalayak umum dapat memantau semua aktivitas tes dari luar ruangan.

Kendati demikian, nampaknya dua balon kades yang memiliki ranking di bawah 5 besar tak dapat menerima hasilnya begitu saja, mereka menuding bahwa ada permainan yang dilakukan oleh panitia yang menyebabkan keduanya tidak lolos serta ingin melihat secara langsung kertas jawaban yang telah mereka jawab.

Kepala DInas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Salmun Rahman mengatakan bahwa kedatangan kedua bakal calon dari Desa Aikdewa yang tidak masuk ranking 5 besar terkait dengan adanya tudingan bahwa dalam pelaksanaan penyaringan terdapat permainan, namun mereka dapat merasakan bagaimana transparansi pelaksanaan penyaringan.

“Mereka menduga adanya permainan baik di Panitia Desa Maupun Kabupaten, tapi kita sudah laksanakan seluruh rangkaian tes dengan transparan. Mereka mau melihat secara langsung kertas jawabannya dan kita berikan dia menilai sendiri jawabannya masing-masing,” jelasnya kepada awak media, Kamis (19/01).

Dikatakan Salmun, kedua balon kades yang tidak masuk lima besar tersebut hanya mampu menjawab 15 soal dengan benar dari 50 soal yang ada, sehingga mereka diperlihatkan secara langsung kertas jawaban yang dimiliki untuk menghindari tudingan yang tidak benar terhadap panitia.

“Kedua balon kades ini juga mengaku beberapa hari sebelum mengikuti tes terdapat salah satu masyarakat yang mengklaim bahwa mereka berdua tidak akan lolos tes,” terangnya.

Setelah melihat nilai yang diberikan secara langsung kepada kedua balon tersebut, kedua balon akhirnya menerima dengan lapang dada terkait hasil yang diterima saat mengikuti tes tulis.

“Kita harapkan kedua balon ini menerima dengan legowo apapun hasilnya, karena mereka juga telah menjalani tes dengan sangat transparan,” pungkasnya. (den)