27.5 C
Mataram
Rabu, 24 April 2024
BerandaBerita UtamaTelan Anggaran Rp7,3 Miliar, Fasilitas di Wisata Danau Biru Sudah Mulai Rusak

Telan Anggaran Rp7,3 Miliar, Fasilitas di Wisata Danau Biru Sudah Mulai Rusak

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Pembangunan fasilitas dan penataan kawasan wisata Danau Biru di Desa Karang Sidemen, Batukliang Utara, Lombok Tengah (Loteng) mulai rusak. Padahal, proyek tersebut digelontorkan dari Dana Alokasi Khusu (DAK) dengan angka yang fantastis, mencapai Rp7,3 miliar.

Kepala Desa Karang Sidemen, Yuda Praya Cindrabudi mengatakan jika dilihat kualitas pengerjaan dan realita di lapangan sudah banyak fasilitas yang mengalami kerusakan di destinasi Danau Biru. Contohnya seperti kayu-kayu yang patah.

“Belum genap dua bulan pengerjaan, tapi sudah rusak. Patut menjadi atensi kita bersama-sama,” katanya kepada Inside Lombok, Kamis (2/2/2023) di kantornya.

Dikatakan, pihaknya tidak ingin berspekulasi bahwa dalam pengerjaan fasilitas tersebut ada pengurangan spesifikasi proyek atau yang lainnya. “Kami pemerintah desa tidak berani memberikan statement kurang spesifikasi, yang menentukan itu kurang spek dari pihak pemeriksa atau BPK yang akan turun, Danau Biru ini belum secara resmi diserah terimakan kepada pengelola,” ujarnya.

- Advertisement -

Dikatakan, pihaknya siap membantu inspektorat atau pun BPK untuk menyampaikan temuan dalam menilai pembangunan sarana pariwisata di lokasi tersebut. “Nanti kita akan sampaikan dan kami sudah mencatat item yang kurang di sana, seperti las-lasan besinya kemudian kayunya nanti akan kami sampaikan,” tegasnya.

Yuda menegaskan, pemerintah desa dalam hal ini tidak terlibat dalam proses pembangunan tersebut. Sehingga pihaknya menunggu pemeriksa atau pihak yang berwenang.

“Dannya dari DAK memang, kami dapatkan informasi anggarannya Rp7,3 miliar sebelum proses tender tapi, setelah tender kami tidak tahu,” tegasnya.

Dikatakan, dalam penataan tersebut sebanyak 13 paket proyek yang dikerjakan, dengan kontraktor yang berbeda-beda dan pembangunan dimulai sejak Juli 2022 dan tuntas November 2022.

“Satu pengerjaan kan beda-beda kontraktornya. Kalau nilainya di atas Rp200 juta itu kan harus tender, ada juga yang penunjukan langsung dari Dinas Pariwisata ataupun Dinas PUPR,” pungkasnya. (fhr)

- Advertisement -

Berita Populer