33.5 C
Mataram
Jumat, 23 Januari 2026
BerandaBerita UtamaTidak Sesuai Spesifikasi, Tiga Rumah Korban Gempa di Loteng Dibongkar Aparat

Tidak Sesuai Spesifikasi, Tiga Rumah Korban Gempa di Loteng Dibongkar Aparat

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Sebanyak tiga unit Rumah Tahan Gempa (RTG) di Lombok Tengah (Loteng) dibongkar karena tidak sesuai spesifikasi, Rabu (18/3/2021). Pembongkaran dilakukan di tiga titik di Kecamatan Batukliang Utara, yakni di Dusun Setiling 1, Setiling 2 dan Setiling 3 Desa Setiling.

“Tindakan ini demi mencegah buruknya kualitas hunian korban gempa yang dibangun dari Dana Siap Pakai (DSP) Pemerintah Pusat,”kata Komandan Kodim (Dandim) 1620/Loteng Letkol Inf I Putu Tangkas Wiratawan.

Pembongkaran dilakukan aparat TNI bersama tim fasilitator terpadu bersama Korwil dan pemilik rumah. Dikatakan, ada banyak catatan dan masalah yang ditemukan terhadap rumah yang di bangun oleh para tukang, sehingga dibongkar.

Karenanya, dia mengintruksikan tim fasilitator terpadu agar membongkar tiga unit RTG yang di bangun tidak sesuai dengan spek atau tidak sesuai dengan ketentuan.

“Saya perintahkan untuk bangunan yang salah dan tidak sesuai dengan ketentuan harus di bongkar dan lakukan pembangunan ulang sesuai dengan spesifikasinya,” tegasnya.

Selain pembongkaran, ada juga langkah perbaikan dan penguatan struktur bangunan. Dicontohkannya, besi yang tidak sesuai spesifikasi, pemasangannya yang tidak sesuai dan pondasi bangunannya miring disisipkan besi tambahan.

‘’Pondasinya yang rapuh dan bengkok, atau bantalan cornya miring, ya harus kita bongkar,’’ tegasnya.

Selain itu Dandim juga mengingatkan agar aplikator sebagai pihak ketiga yang teken kontrak dengan Pokmas, bertanggung jawab dengan membangun sesuai juklak juknis (RAB) bangunan sesuai rekomendasi.

‘’Kita jauh-jauh hari sudah ingatkan, untuk pembangunannya agar disesuaikan dengan aturan dan tukangnya juga harus terus diawasi agar mereka tidak asal membangun tapi tau bagaimana aturan, ukuran dan bentuk rumah yang sesuai dalam gambar,”tegasnya.

Menurutnya, dalam pembangunan RTG tersebut, aplikator menggunakan tukang lokal yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat setempat. Namun para tukang tersebut diminta jangan kerja asal asalan, karena akan mempengaruhi kualitas bangunan rumah milik korban gempa.

“Karena begitu rumah ini jadi, nanti akan kita serahkan kepada masyarakat untuk itu jangan sampai mengecewakan masyarakat,”tandasnya.

- Advertisement -

Berita Populer