TPID Mataram Segera Kendalikan Kenaikan Harga Cabai

Rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, terkait pengendalian harga cabai dan bahan pokok dan barang penting lainnya. (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera mengambil langkah untuk mengendalikan kenaikan harga cabai agar tidak tembus Rp100.000 per kilogram.

“Dari hasil pantauan kami, kenaikan harga cabai di sejumlah pasar tradisional rata-rata Rp5.000 per hari, jika tidak segera dikendalikan harganya bisa mencapai Rp100.000 per kilogram,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli di sela rapat TPID Kota Mataram di Mataram, Rabu.

Dalam rapat yang diikuti sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) setempat dan instansi terkait lainnya, menurutnya, kenaikan harga cabai dipicu berkurangnya pasokan cabai ke Kota Mataram sehingga terjadi kenaikan harga cabai dari Rp40.000 per kilogram hari ini menjadi Rp70.000 per kilogram.

“Dalam beberapa hari terakhir, pasokan cabai ke Kota Mataram hanya 4-5 kuintal per hari, sementara kebutuhan normal mencapai 1,5 ton hingga 2 ton per hari,” sebutnya.

Dari hasil penelusuran tim, katanya, pasokan cabai ke Kota Mataram berkurang padahal di Lombok Timur masih tanam cabai 128 hektare dan sedang berproduksi, tetapi produksinya menurun akibat hujan.

Semestinya, dengan areal taman tersebut masih bisa memenuhi kebutuhan 1 ton untuk Kota Mataram, agar harga bisa tetap stabil dengan harga Rp25.000-30.000 per kilogram.

“Tetapi ternyata, hasil panen petani tersebut sebagian dijual ke luar daerah karena harga cabai di luar daerah melonjak dan lebih menarik dan sebagian kecil dipasarkan di Mataram,” katanya.

Berdasarkan hal itu, pihaknya memprediksi jika situasi seperti ini maka harga akan terus bergerak naik. Jika tidak disetop, harga cabai bisa tembus hingga 100.000 per kilogram.

Terkait dengan itu, TPID harus segera bergerak dan berkoordinasi dengan Satgas Pangan agar segera melakukan pengecekan, dan Dinas Perdagangan mengambil langkah mengurangi pengiriman cabai keluar daerah agar kebtuhan di Mataram bisa stabil.

“Solusi berikutnya, kami bisa berkoordinasi dengan perdagangan dan Bulog, agar memasukkan cabai dari luar seperti Brebes atau Kabupaten Malang yang memiliki produksi banyak,” katanya.

Solusi jangka panjang, lanjut Mutawalli, petani kota saat ini sedang mulai tanam cabai, karena di Kota Mataram khususnya saat ini tidak ada tanaman cabai sebab petani rata-rata sudah melakukan pembongkaran untuk persiapan tanam tahun ini.

“Untuk indikasi penimbunan, kami belum bisa simpulkan dan dalam hal ini satgas pangan segera turun melakukan pengecekan terhadap indikasi tersebut. Apalagi, informasinya harga cabai di tingkat petani masih pada kisaran Rp40.000-45.000 per kilogram,” katanya. (Ant)