Turun ke Level 1, Pemkot Mataram Fokus Pemulihan Ekonomi

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana Senin (18/10) (Inside Lombok/Azmah)

Mataram (Inside Lombok) -Kota Mataram ditetapkan sebagai wilayah pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level satu. Dengan penurunan level yang terjadi maka akan berdampak pada perubahan kebijakan, terutama bagi kegiatan masyarakat.

“Jadi kita bersyukur berada pada level satu. Ini semua tidak lepas dari ikhtiar kita semua. Kedisiplinan masyarakat dan daya dukung dari stakeholder kita, terutama TNI/Polri,” kata Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, Senin (18/10) di Mataram.

Dengan penurunan level ini, lanjut walikota, akan ada kelonggaran bagi masyarakat. Terutama penyelenggaraan kegiatan sosial budaya. Salah satu kegiatan mingguan yang akan dibuka kembali secara resmi yaitu Car Free Day (CFD) atau hari bebas berkendara setiap Minggu di Jalan Udayana.

“Kita akan coba kaji kira-kira kegiatan apa yang akan kita coba buka kembali. Misalnya CFD kita bisa coba buka. Karena CFD ini sangat potensial sekali untuk bisa mendongkrak ekonomi masyarakat,” ujarnya

Setelah penurunan level ini, Pemkot Mataram akan fokus terhadap pemulihan ekonomi masyarakat. Selain CFD, pemkot Mataram akan menggelar kegiatan yang bisa menggerakan ekonomi setelah penurunan level tersebut.

“Ada event-event yang akan digelar yang sekarang sedang direncanakan oleh Dinas Pariwisata Kota Mataram,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa mengatakan penurunan level Kota Mataram berdasarkan informasi Kementerian Kesehatan. Namun secara resmi belum diinformasikan melalui instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

“Penjelasan itu belum kami terima sampai sekarang. Tetapi saya yakin siang atau sore ini. Informasi yang kami terima ini dari Kemenkes dan cukup valid,” katanya.

Selain Kota Mataram, sebanyak lima daerah lainnya di NTB sudah berada pada level satu. Antara lain Sumbawa Barat, Lombok Timur, Lombok Barat, Bima dan Provinsi. “Ini yang patut kita syukuri. Karena kita juga yakin dari awal kalau kita akan level satu,” ujar Nyoman.

Ditegaskan, meskipun Kota Mataram sudah turun level, masyarakat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Karena meski sudah turun level, penularan Covid-19 masih tetap terjadi. Sehingga masyarakat harus tetap melakukan antisipasi.