UMKM di Kawasan Mandalika Punya Potensi Bisnis Rp109,1 Miliar

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dinilai akan memberikan multiplier effect bagi ekonomi masyarakat di sekitarnya. Salah satunya dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang punya potensi bisnis hingga Rp109,1 miliar.

“Pengembangan DPSP ini akan membuka lapangan kerja baru. Akan ada banyak UMKM lokal yang terlibat langsung dalam menunjang wisata prioritas Mandalika,”kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko saat mengunjungi Bazaar Mandalika, Senin (7/6) kemarin.

Beberapa UMKM yang dimaksud antara lain UMKM penyewaan mobil, penyewaan motor, food and beverage (F&B), UMKM camping dan akomodasi homestay. Dari daftar itu, potensi bisnis paling besar berasal dari UMKM F&B (food and baverage) yang mencapai Rp80 miliar pada setiap event diadakannya lomba Superbike dan MotoGP.

Sementara potensi bisnis penyewaan mobil Rp10,2 miliar, penyewaan motor Rp1,8 miliar, UMKM camping Rp3,8 miliar dan akomodasi homestay Rp13,3 miliar.

“Potensi bisnis tersebut merupakan hasil dari pengembangan DPSP Mandalika yang bernilai investasi Rp4,54 triliun,”tandasnya.

Pengembangan DPSP Mandalika itu mulai dari pembangunan infrastruktur, sarana prasarana, pembangunan kawasan, perluasan bandara, hingga pembuatan homestay.

Moeldoko menambahkan, kedatangannya ke Mandalika untuk menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong pengembangan DPSP Mandalika. Terlebih, KSP mengawal secara khusus untuk memastikan progres pembangunan infrastruktur di lapangan berjalan sesuai target dan holistik.

“Sesuai harapan Presiden Joko Widodo. Pengembangan DPSP harus memberi kontribusi signifikan kepada daerah, khususnya masyarakat lokal,” ujarnya.

KSP akan memastikan bahwa kawasan ini dipersiapkan dengan benar untuk menjadi satu magnet pariwisata baru di Indonesia. Dia pun menilai perlunya disusun suatu narasi besar bersama mengkomunikasikan kemajuan dalam pengembangan Mandalika kepada publik.

“Sehingga dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan dalam dan luar negeri untuk berkunjung ke Mandalika,” jelas Moeldoko.

Deputi III Kepala Staf Kepresidenan bidang Perekonomian Panutan S. Sulendrakusuma menambahkan, pentingnya keberlanjutan UMKM dari multiplier effect ekonomi mengingat event balap motor hanya dilakukan dua kali di tahun 2021-2022 yaitu Superbike dan MotoGP.

Pada tahun 2023 sampai 2026, secara bertahap akan ada penambahan rencana event olahraga otomotif lain seperti GT Championship atau Mini MotoGP.

“Di luar kegiatan tersebut diharapkan pemerintah, ITDC, dan masyarakat dapat menawarkan kegiatan pariwisata lain sehingga wisatawan dapat terus berkunjung sepanjang tahun. UKM juga dapat melakukan penjualan merchandise secara online,” imbuh Panutan.

Pengembang DPSP Mandalika mengestimasi dapat menghadirkan hingga 150.000 sampai dengan 160.000 wisatawan saat perhelatan Moto GP 2022. Belum lagi perhelatan Superbike pada November 2021 yang bisa menyerap 20.000 wisatawan. Dua ajang internasional itu pun diyakini bisa mendorong industri dalam negeri.

Beberapa di antaranya industri elektronik, pabrikan ban, penggunaan mobil safety/recovery, serta penggunaan mobil listrik yang digunakan di area sirkuit dan sekitarnya. “Pemerintah siap mendorong penggunaan manufaktur produksi lokal dan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN),” kata Moeldoko.

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama ITDC, Abdulbar M. Mansoer bersyukur, progres pekerjaan proyek Jalan Kawasan Khusus (JKK) hingga saat ini berjalan lancar dan sesuai dengan timeline.

Dia yakin, sedapat mungkin menjelang homologasi nanti tidak akan ada kendala. Abdulbar juga berharap, pembangunan JKK ini diharapkan dapat mendorong multiplier effect yang masif bagi masyarakat di Lombok Tengah terutama masyarakat Desa Penyangga The Mandalika.

“Dalam mewujudkan harapan tersebut, disamping membangun JKK, kami juga telah membangun 303 stall Bazaar Mandalika yang diperuntukkan bagi para pelaku UMKM di Lombok Tengah,”katanya.