Mataram (Inside Lombok) – Viral di media sosial video seorang ibu-ibu pengguna kendaraan mendebat petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram. Perdebatan itu lantaran petugas meminta pemilik kendaraan tidak memarkirkan kendaraan di kawasan tertib lalu lintas (KTL), meski pemilik kendaraan bersikeras berhak menepi sebentar untuk menjemput anaknya yang sekolah.
Menyikapi peristiwa itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram, Zulkarwin menerangkan ruas jalan dari SMPN 15 Mataram hingga simpang empat Kantor Walikota Mataram memang sudah ditetapkan sebagai Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL). Artinya, kendaraan baik roda dua hingga roda empat dilarang parkir sepanjang jalan tersebut.
Kebijakan KTL di kawasan tersebut sudah diberlakukan sejak dulu. Kendaraan yang melanggar aturan akan diderek oleh petugas Dishub Kota Mataram. “Itu sejak tahun 2018. Itu sudah ditetapkan rambu sudah banyak,” katanya, Senin (28/7) pagi.
Di sisi lain dijelaskan, teguran petugas Dishub Kota Mataram kepada pengendara yang parkir sembarang agar kawasan tersebut bisa tertib dan bisa mengurai kemacetan terutama pada jam pulang sekolah. “Itu kan bisa membuat macet. Makanya kita suruh petugas untuk menegur daripada kita derek,” katanya.
Orang tua yang akan menjemput anaknya pun diingatkan untuk tidak parkir di jalan tersebut. Bahkan solusi yang diberikan Dinas Perhubungan, kendaraan penjemput baik roda dua dan roda empat bisa parkir di jalan-jalan konektor yang ada. “Bisa parkir di jalan-jalan yang kecil-kecil itu. Silahkan parkir. Nanti anaknya kita bantu seberang,” tegasnya.
Kawasan tersebut kerap terjadi kemacetan pada jam-jam tertentu terutama pada saat pulang sekolah. Petugas Dishub Kota Mataram bersiaga di kawasan tersebut untuk mengurai kemacetan dan membantu para pelajar menyeberang jalan. “Kalau dia jemput anaknya silakan, tapi kalau parkir berlama-lama kayak dulu jadinya macet,” katanya.
Sementara ruas jalan di depan SDN 2 Cakranegara, Dinas Perhubungan Kota Mataram akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Pasalnya, para penjemput di sekolah tersebut banyak yang menggunakan roda empat dan parkir hingga ke badan jalan. “Kalau di sana kan tidak ada lahan parkir. Kita selalu minta back up teman-teman Polres juga. Setengah badan jalan dipakai. Karena mungkin jemput kelas I dan kelas II. Nanti gimana polanya itu. Kita koordinasi dengan Dinas Perhubungan,” katanya.
Ia meminta kepada orang tua untuk memperhatikan jam pulang anak-anaknya. Jika harus menunggu maka harus parkir di jalan-jalan kecil. “Parkir di jalan-jalan kecil itu,” katanya. (azm)

