26.5 C
Mataram
Sabtu, 7 Februari 2026
BerandaBerita UtamaWasit Sepak Bola di NTB Keluhkan Honor Belum Dibayar Sejak 2023

Wasit Sepak Bola di NTB Keluhkan Honor Belum Dibayar Sejak 2023

Mataram (Inside Lombok) – Sebanyak 75 wasit sepak bola di NTB mempertanyakan kejelasan honor mereka yang belum cair sampai saat ini. Pasalnya, honor para wasit belum diberikan dari Piala Soeratin 2023 dan beberapa kegiatan tahun 2024.

Wasit Nasional C1, Agus Mulianto mengatakan tuntutan honorarium ini sudah disampaikan melalui group WhatsApp, hanya saja belum ada jawaban dari pengurus PSSI NTB. “Tuntutan kita sampaikan melalui WAG PSSI, tapi tidak pernah ada respon dari pengurus PSSI-nya terkait pembayaran honor kita,” ujarnya kepada Inside Lombok.

Disebutkan, 75 orang yang belum mendapatkan honor terdiri dari wasit, asisten wasit, pengawas pertandingan dan penilai wasit se-NTB. Total honor keseluruhan yang belum terbayarkan kurang lebih sekitar Rp150 juta. “Alasannya (PSSI, Red) uang habis untuk pelaksanaan kompetisi tersebut,” ungkapnya.

Agus mempertanyakan, jika tidak memiliki anggaran kenapa harus menggelar kompetisi yang melibatkan puluhan wasit. Sementara, tidak ada alokasi anggaran untuk honor wasit yang disiapkan. Karena honor untuk para wasit dan pihak lainnya yang terlibat dalam kompetisi sepak bola selalu tertunda.

“Itu yang kita pertanyakan, ke PSSI NTB. Kenapa untuk mengadakan kompetisi ada anggarannya, tapi kok untuk honor wasit sekarang tidak ada? Pengurus tidak ada yang jawab. Sudah terlalu sering kita wasit honornya ditunda, bahkan ada sampai dilupakan,” katanya.

Para wasit masih tetap menuntut hak-hak mereka yang belum terbayarkan. Selain meminta melalui komunikasi via grup WA, perwakilan dari wasit juga mendatangi kantor PSSI namun tidak pernah ada pengurus. “Kita nuntutnya sudah lelah, baru kali ini kita wasit berani up ke media. Kalau dulu-dulu kita langsung di-cut atau di blacklist, tidak ditugaskan lagi jadi wasit,” katanya.

Sementara itu, Ketua PSSI NTB, Mori Hanafi mengatakan masih ada anggaran yang belum cair di tingkat PSSI pusat. Hal ini menjadi salah satu hambatan PSSI NTB untuk membayar honor para wasit.

“Honor wasit memang belum. Kita juga masih (ada) dana di PSSI pusat yang belum cair. Ini masih ada sisa Rp300 juta dan tahun lalu juga ada Rp200 juta. Kita juga melakukan penagihan sesuai dengan kompetisi yang sudah kita selesaikan,” katanya.

Jika dana dari PSSI pusat sudah cair, maka semua honor wasit dan lain-lainnya bisa terbayarkan. Pasalnya, honor untuk wasit memang dianggarkan melalui dana yang bersumber dari PSSI pusat. “Kita juga kegiatan itu banyak nombok. Tapi kalau honor memang dari pusat,” katanya.

Ia berharap, dari dana yang diajukan diharapkan ada yang cair sebelum lebaran ini. Sehingga bisa membayar honor para wasit yang masih ditunda hingga saat ini. “Jadi di PSSI pusat itu totalnya Rp500 juta, dan itu memang diperuntukkan untuk perangkat pertandingan. Ini yang belum dan kita lagi cari jalan. Kalau memang belum bisa cair, kita lihat satu atau dua hari asprov akan cari jalan lain,” katanya.

Penagihan sudah dilakukan ke PSSI pusat. Hanya saja kondisi ini bukan saja terjadi di NTB melainkan merata di daerah lain yang melaksanakan kompetisi. “Semua juga ngejar. Semua Asprov se Indonesia juga begitu. Nggak hanya di NTB. Tapi kan yang lain-lain tidak semua kompetisi dilakukan, NTB kita jalani semua dan tagihan berbeda antar provinsi. Insya Allah terselesaikan. Bersabar aja dulu,” katanya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer