Wawali Lepas Kloter Terakhir Calon Haji Mataram

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana menyalami jemaah calon haji dalam proses pelepasan 161 orang calon haji asal Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 9 Embarkasi Lombok. (Inside Lombok/ANTARA News/Humas)

Mataram (Inside Lombok) – Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana melepas sebanyak 161 orang calon haji asal Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang merupakan kelompok terbang (kloter) 9 atau kloter terakhir rombongan Mataram.

Kegiatan pelepasan jemaah calon haji tersebut berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Mataram dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram H Burhanul Islam, beserta jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di Mataram, Selasa.

Kepala Kemenag Kota Mataram H Burhanul Islam dalam kesempatan itu mengatakan, sebanyak 161 calon haji asal Kota Mataram ini bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Utara pada kloter 9 Embarkasi Lombok.

“Jemaah kloter 9 ini akan diterbangkan menuju pada Rabu (1/7) pukul 00.59 WITA dengan pesawat Garuda nomor lambung GA 5108,” ujarnya.

Setelah proses pelepasan jemaah oleh wakil wali kota, jemaah langsung menuju Asrama Haji di Jalan Lingkar Selatan, untuk dilakukan proses administrasi, pemeriksaan kesehatan dan lainnya.

Ia mengatakan, dengan akan diberangkatkannya jemaah Mataram kloter 9 ini, maka proses pemberangkatan jemaah calon haji asal Kota Mataram musim haji 2019/1440 Hijriah selesai.

“Memang ada sisa dua orang calon haji asal Mataram yang merupakan suami istri, namun atas permintaan mereka, dua calon haji suami istri itu akan bergabung dengan kloter 11 atau kloter terakhir untuk Embarkasi Lombok,” katanya.

Menyinggung tentang dua calon haji tunda karena masih dalam perawatan, Buhanul mengatakan, dari dua calon haji yang ditunda karena sakit gangguan jantung dan depresi, hanya satu yang dinyatakan boleh diberangkatkan ke Tanah Suci.

“Jadi calon haji yang gangguan jantung sudah diberangkatkan bersama jemaah pada kloter sebelumnya, sedangkan yang depresi positif dinyatakan tidak bisa berangkat tahun ini sebab kondisi kesehatannya belum memungkinkan. Tapi dia akan menjadi prioritas tahun depan,” katanya.

Sementara informasi tentang jemaah kloter tiga dan kloter tujuh yang saat ini sudah berada di Madinah, Burhanul menyatakan bersyukur karena semua jemaah dalam kondisi sehat walafiat.

“Bahkan saat tiba di Madinah, kedatangan jemaah kloter 7 disambut langsung oleh Imam besar Masjidil Haram Syekh Abdurrahman As Sudais, yang selama ini suaranya hanya dapat kita dengar melalui kaset maupun ‘compact disc’ (CD),” katanya.

Sementara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana dalam kesempatan itu mengingatkan, kepada jamaah selama di Tanah Suci agar selalu menunjukkan sikap yang baik, bersikap sopan santun, saling tolong menolong dan jauhilah sikap-sikap egois .

“Jangan pernah merasa ‘sok tau’,” katanya mengingatkan..

Dikatakan, setelah penantian yang cukup panjang, akhirnya tiba juga momentum yang diharapkan oleh para jemaah untuk diberangkatkan ke Tanah Suci. Karena itu, jemaah diharapkan bisa bersungguh-sungguh bertawakal semata-mata untuk mencari Ridho Allah SWT.

“Semoga semua jemaah pulang mendapat haji yang mabrur,” katanya. (Ant)