31.5 C
Mataram
Jumat, 14 Juni 2024
BerandaDaerahNTBAntisipasi Kekeringan di NTB, BWS Siapkan Mesin Bor

Antisipasi Kekeringan di NTB, BWS Siapkan Mesin Bor

Mataram (Inside Lombok) – Panas ekstrem yang terjadi di musim kemarau ini turut terjadi di NTB. Guna mengantisipasi kekeringan dan dampak lainnya dari fenomena itu, Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I telah menyediakan mesin bor yang dapat dimanfaatkan jika kekeringan semakin parah.

“Kami sudah melakukan pertemuan di Kementerian PUPR, bersama lintas sektor terkait ancaman cuaca ekstrem. Kita sudah tempatkan satu alat bor di Sumbawa, dan di Lombok. Alat ini bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu dibutuhkan,” ujar Kepala BWS Nusa Tenggara I, Tampang, Selasa (8/8).

Nantinya, jika ada permintaan dari desa melalui BPBD untuk kebutuhan air minum, maka alat bor tersebut bisa dipakai langsung. Mesin bor yang disediakan ini bisa menembus kedalaman hingga 100 meter. “Kita tinggal tunggu koordinasi dari pemerintah daerah, kalau memang dibutuhkan infrastruktur yang disediakan ini,” ucapnya.

Diakui, suhu harian permukaan bumi sepanjang Juli 2023 menyebabkan munculnya gelombang panas yang melanda sebagian besar negara di belahan bumi utara. Panas ekstrem ini mengakibatkan kerusakan besar pada lingkungan dan dampak kesehatan, termasuk ke sektor pertanian.

- Advertisement -

“Mudah-mudahan saja kita sama-sama siaga dengan stakeholders lainnya. Karena BWS tidak bisa sendiri yang pasti,” ujar Tampang. Dikatakan ketersediaan air sedang mengalami penurunan, maka dari itu dibutuhkan kerjasama yang baik dengan seluruh stakeholders. Sehingga cadangan air saat ini yang ada mampu bertahan hingga awal musim hujan berikutnya.

Menurutnya, kebutuhan air harus mengikuti ketersediaan, bukan justru sebaliknya agar tidak lebih besar pasak daripada tiang. “Teman-teman yang di (sektor) pertanian, tolonglah membuat program atau rencana, menyesuaikan dengan ketersediaan air. Jangan sampai petani memaksa tanam untuk mengejar target produksi, sementara ketersediaan airnya terbatas,” jelasnya.

Di sisi lain, untuk ketersediaan air bendungan sebagai antisipasi cuaca ekstrem juga dapat terpengaruh karena kenaikan suhu bumi. Seperti tampungan air di bendungan, bendung, dan embung. “Kementerian Pertanian mau datang ke daerah. Mengundang kita dan yang lainnya, kaitannya dengan program swasembada pangan di NTB dalam keadaan darurat,” tandasnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer