Mataram (Inside Lombok) – Induk organisasi olahraga (Inorga) Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) akan menyelesaikan pertandingan pada Minggu (27/7) ini. Karena pada hari kedua ini, sekitar 15 belasan nomor sudah dipertandingkan.
“Sekarang ini sudah ada sekitar 15 an sudah ada yang menyelesaikan pertandingan,” kata Technical Delegates FKTI Fornas VIII 2025, Afrizal, Minggu (27/7) siang. Ia mengatakan, jumlah nomor yang diberikan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) sebanyak 16 nomor. Hanya saja FKTI memiliki hingga 60 nomor. “Yang difasilitasi Kormi hanya 16 nomor dan itu tidak lengkap. Untuk mencukupi kegiatan kami ini kami mencukupi 14 nomor jadi semuanya 30 nomor,” katanya.
Diterangkannya, pertandingan puluhan nomor untuk FKTI akan diselesaikan selama dua hari. Waktu ini dinilai cukup mendesak sehingga ada beberapa nomor yang saat ini dikebut. “Hari ini kami diberi waktu sampai jam 20.00 wita. Tapi lihat situasi saja ini karena penerangan tidak cukup. Beberapa nomor nanti yang akan kami kebut. Artinya tetap dipertandingkan tapi waktunya pendek-pendek,” katanya.
Disisi lain menurut Afrizal, selama pertandingan sarana dan prasarana disebut kurang memadai. Tidak hanya itu, sosialisasi dinilai masih kurang. Pasalnya, penonton yang datang di luar peserta jarang bahkan tidak ada. Minimnya penonton dari masyarakat umum ini tidak saja di venue FKTI melainkan juga di beberapa lokasi. “Saya lihat di venue lain juga begitu,” ujarnya.
Dari segi fasilitas lokasi pertandingan FKTI di GOR Turida misalnya penerangan dan pendingin ruangan sangat kurang. Dimana, sebelum pertandingan Inorga FKTI sudah datang melihat lokasi dan memberikan saran untuk perbaikan namun tidak ditindaklanjuti. “Kebersihan jauh dari layak. Kamar mandi, toilet dan ruang Ganti tidak layak. Dulu sebelum kegiatan ini sudah kita sampaikan tapi tidak ada perbaikan,” katanya.
Ia mengatakan, kipas dinding yang ada di dalam ruangan tidak ada yang hidup. “Kita minta tambah pendingin yang berdiri itu tapi tidak ada,” katanya. (azm)

