26.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaDaerahNTBBima Bakal Siapkan Lahan Strategis Kembangkan Kemiri

Bima Bakal Siapkan Lahan Strategis Kembangkan Kemiri

Mataram (Inside Lombok) – Kemiri NTB salah satu komoditas pertanian yang menjadi primadona di pasar global. Bahkan sudah beberapa kali melakukan ekspor karena permintaannya cukup tinggi. Melihat potensi tersebut, pemerintah Kabupaten Bima berupaya mengembalikan kejayaan kemiri dengan menyediakan lahan strategis untuk pengembangan kemiri di daerahnya.

Dulunya Bima dikenal sebagai sentra produksi kemiri. Namun, seiring waktu, masyarakat beralih menanam jagung karena anggapan nilai ekonomis kemiri yang kurang menarik. Akibatnya, banyak pohon kemiri produktif ditebang. Namun, hasil perhitungan ulang kondisi kekinian menunjukkan fakta bahwa menanam kemiri kini jauh lebih produktif dan nilai ekonomisnya lebih tinggi dibandingkan jagung.

“Kalau kita bisa menyakinkan masyarakat yang menanam kemiri sudah ada pasarnya, sesuatu yang mereka khawatirkan dulu. Maka kita akan melihat perubahan besar,” ujarnya, Jumat (25/7).

Program revitalisasi kemiri ini mengusung dua harapan besar. Pertama, tentu saja, mendorong masyarakat untuk kembali menanam kemiri demi peningkatan nilai ekonomi yang signifikan. Bayangkan, satu pohon kemiri bisa terus berproduksi tanpa biaya tanam ulang seperti jagung. “Semakin lama, 10 tahun, 20 tahun, dia tidak perlu keluar biaya produksi lagi, itu bedanya dengan jagung. Secara ekonomis memang menguntungkan,” ungkapnya.

Kedua, yang tak kalah penting, adalah menghentikan ancaman penggundulan hutan yang selama ini menjadi momok di Bima. Penanaman jagung di lahan dataran tinggi seringkali memicu deforestasi, yang berujung pada bencana banjir. Dengan mengembalikan kemiri, hutan akan kembali hijau, ekosistem terjaga, dan risiko bencana alam dapat diminimalisir.

“Kami sudah siapkan 5 lahan strategis sembari kita tanam kemiri, yang penting satu saja, petani ketika melihat suatu yang menguntungkan secara ekonomis mereka akan berlomba lomba,” jelasnya.

Terlebih kabupaten Bima memiliki potensi besar sebagai sentra kemiri, terutama di dataran tinggi. Tiga kecamatan di Bima, yaitu Parado, Woha, dan Donggo, memiliki riwayat panjang sebagai pusat produksi kemiri karena karakteristik wilayahnya yang cocok untuk pertumbuhan kemiri yang optimal. “Kemiri itu bisa hidup bagus di dataran tinggi. Ketiga kecamatan inilah yang akan menjadi fokus utama dalam presentasi dan pengembangan program kemiri ke depannya,” tuturnya.

Selama ini, kendala petani adalah ketidaktahuan mereka akan pasar kemiri. Namun kini, hal itu bukan lagi masalah. Pasalnya ada salah satu pelaku ekspor kemiri NTB, yakni Mujenah sebagai pemilik PT Mujnah Kemiri Lombok membutuhkan pasokan kemiri untuk ekspor. Dalam sekali kebutuhannya mencapai sekitar 300 ton kemiri per bulan yang masih dalam bentuk bonggolan. “Dengan langkah-langkah strategis ini, kami di Bima siap membuktikan bahwa pembangunan ekonomi bisa berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan,” demikian. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer