31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaDaerahNTBDispar NTB: Pengusiran Wisatawan oleh Bupati Lotim Bisa Rusak Citra Pariwisata NTB

Dispar NTB: Pengusiran Wisatawan oleh Bupati Lotim Bisa Rusak Citra Pariwisata NTB

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi NTB menyayangkan aksi Bupati Lombok Timur (Lotim), Haerul Warisin yang melakukan pengusiran perahu yang membawa wisatawan di Pantai Ekas. Pasalnya, pengusiran itu disebut tidak elok dan bisa merusak citra pariwisata di NTB.

Sebelumnya viral video yang menunjukkan Bupati Lotim mengusir pelaku wisata yang tengah membawa wisatawan surfing di Pantai Ekas. Video itu pun menuai beragam komentar masyarakat, dan tidak sedikit yang menyayangkan aksi pengusiran wisatawan oleh orang nomor satu di Lotim tersebut.

Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Pariwisata NTB, Mawardi menilai Bupati Lotim seharusnya memanggil dan melakukan dialog apabila menemukan adanya kesalahan yang dilakukan oleh guide atau boatman. “Seharusnya dilakukan dengan cara dialog mengundang pihak-pihak yang terkait untuk menemukan solusi. Ini bisa merusak citra pariwisata NTB. Kami tidak pernah menerima laporan selama ini dan Dinas Pariwisata Provinsi NTB juga mengetahui lewat media media sosial yang berseliweran,” ujarnya saat memberikan keterangan, Rabu (18/6).

Dispar NTB pun akan segera turun ke lokasi kejadian, sehingga bisa mendapatkan informasi utuh terkait kejadian tersebut. “Kita turun ke lokasi untuk mendapatkan informasi utuh terkait peristiwa pengusiran ini,” ungkapnya.

Untuk mencairkan suasana, Dispar NTB, Pemkab Loteng dan Pemkab Lotim akan menggelar dialog bersama pengelola Pantai Ekas. “Insyaallah besok (Kamis 19 Juni) kami akan turun ke lapangan menemui pengelola Pantai Ekas untuk meminta keterangan dan kronologi kejadian, kami akan segera ke pihak Lombok Tengah juga, diharapkan ada titik temu persoalan sehingga nanti kami akan mengumpulkan mereka (pengelola ekas dan Lombok Tengah) Bersama dengan dinas pariwisata Lotim dan Loteng,” ujar Mawardi.

Pihaknya berharap dengan adanya dialog dan pertemuan semua pihak akan menemukan solusi serta adanya regulasi kesepakatan bersama sehingga peristiwa serupa tidak terjadi lagi. “Diharapkan ada kebijakan dan regulasi yang disepakati Bersama nantinya sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi,” tukasnya.

Dengan kondisi pariwisata yang lesu dia berharap tidak ada kejadian yang membuat wisatawan merasa tidak nyaman. Jika ada persoalan Mawardi menghimbau agar diselesaikan secara dialog.

“Kita harus memberikan rasa aman dan nyaman kepada seluruh wisatawan Ketika berlibur di NTB, membangun citra pariwisata yang positif untuk keberlangsungan wisata NTB. Citra pariwisata yang baik dibangun dari pondasi yang kuat, komitmen terhadap keberlanjutan, kenyamanan, keamanan dan pengalaman autentik,” pungkasnya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer