Mataram (Inside Lombok) – Kematian pendaki perempuan Juliana Marins (27) asal Brasil menjadi atensi Pemerintah Brasil. Bahkan untuk mengantisipasi peristiwa tersebut terjadi kembali terjadi Kedutaan Brasil untuk Indonesia akan membentuk Juliana Institut. Pembentukan lembaga nantinya akan berfokus salah satunya pada kegiatan untuk peningkatan keselamatan selama pendakian.
“Juliana institute ini akan membantu kita untuk kegiatan yang berkaitan dengan infrastruktur, kegiatan berkaitan dengan safety, dan kegiatan yang berkaitan dengan managemen,” kata Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Lalu Moh Faozal, Senin (30/6) sore.
Ia mengatakan, lembaga-lembaga terkait seperti TNGR, Basarnas bisa berkoordinasi lebih lanjut terkait rencana tersebut dengan Kedutaan Besar Brasil. Rencana ini dinilai bukan asal-asalan atau tanpa alasan, melainkan pembentukan lembaga ini sudah dipertimbangan. “Ini tidak asal-asalan tapi memang sudah dipertimbangkan untuk membentuk Juliana Institute,” tegasnya.
Pembentukan lembaga ini juga permintaan dari orang tua Juliana agar hal yang sama tidak terjadi kepada pendaki-pendaki lain. Komitmen ini sudah disampaikan secara langsung, dan diinginkan namanya Juliana Institute. “Ini adalah perwujudan dari komitmen agar tidak terjadi lagi hal yang sama dari keluarga Juliana,” ujarnya.
TNGR sebagai lembaga resmi yang menangani persoalan pendakian, diminta untuk segera membuat proposal resmi untuk melanjutkan program tersebut. Rencana ini disambut baik, agar kualitas mulai dari keamanan hingga manajemen bisa lebih baik. “Ini kan mereka yang minta menjadi momentum dari Juliana itu bagi keluarganya,” ungkapnya.
Mantan Kadishub NTB ini menargetkan pembentukan Juliana institute bisa terealisasi tahun ini. Selanjutnya nanti untuk mematangkan rencana ini, Pemprov NTB akan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak Kedutaan Besar (Dubes) Brazil di Jakarta dan juga pihak keluarga Juliana. (azm)

