Sumbawa Besar (Inside Lombok) – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal mengapresiasi pelaksanaan Lomba Resensi Buku Khazanah Lokal tingkat SMA/SMK/MA se-Pulau Sumbawa yang digelar SMA Negeri 1 Sumbawa dalam rangka memperingati Bulan Bahasa 2025. Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Sumbawa Ir. H. Syarifuddin Jarot, M.P., Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB, serta sejumlah mitra pendidikan dan lembaga perbankan.
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menekankan pentingnya memperkuat identitas dan nilai-nilai lokal di tengah arus globalisasi yang dinilainya berpotensi menyeragamkan budaya. “Salah satu cara agar bisa bertahan di era globalisasi adalah dengan berpegang teguh pada nilai-nilai lokal di tengah maraknya upaya penyamarataan perilaku manusia,” ujar Miq Iqbal.
Ia mencontohkan sejumlah tokoh asal Sumbawa yang dikenal luas di luar daerah sebagai bukti kuatnya peran budaya dan karakter lokal dalam membangun jati diri masyarakat. Menurutnya, pelestarian khazanah lokal perlu menjadi bagian dari sistem pendidikan agar generasi muda tetap memiliki akar budaya yang kuat.
Selain menyoroti aspek budaya, Gubernur Iqbal juga menegaskan pentingnya pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai dasar pengajuan dukungan fiskal dari pemerintah pusat. Ia memberi batas waktu hingga akhir Desember 2025 bagi seluruh sekolah di NTB untuk memperbarui data secara akurat. “Sekolah dengan data Dapodik terbaik akan diberikan insentif, sementara yang terburuk akan mendapat sanksi,” tegasnya.
Iqbal meminta para kepala sekolah melakukan pendataan faktual terkait kondisi sekolah, terutama aspek keselamatan siswa, untuk mendukung program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat. Ia optimistis, dengan dukungan pemerintahan baru di bawah Presiden terpilih Prabowo Subianto, peningkatan kualitas pendidikan di NTB dapat berjalan lebih cepat.
Menutup sambutannya, Gubernur Iqbal menyampaikan apresiasi kepada para kepala sekolah dan guru atas dedikasi mereka. Ia juga berjanji akan melakukan kunjungan langsung secara incognito ke berbagai sekolah di NTB guna memastikan pelaksanaan kebijakan pendidikan berjalan sesuai harapan.

