Mataram (Inside Lombok) – Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, secara resmi mengukuhkan Pengurus Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN) Kabupaten/Kota se-NTB dalam sebuah acara yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional Kebudayaan di Ballroom Islamic Center, Mataram, Rabu (2/7).
Dalam sambutan pembukaannya, Iqbal menekankan pentingnya membangun karakter melalui penguatan budaya lokal sebagai tameng terhadap dampak globalisasi yang kian masif. “Kalau kita tidak memiliki karakter budaya yang kuat, maka dari timur hingga barat negeri ini akan menjadi seragam. Kita kehilangan keberagaman karena semua menjadi satu jenis,” ujar Iqbal.
Iqbal berharap KSBN mampu menjadi ruang ekspresi budaya bagi seluruh kelompok masyarakat di NTB. Ia menegaskan bahwa setiap suku yang tinggal di daerah ini harus diberi tempat untuk menampilkan identitas budaya masing-masing, bukan malah meleburkannya ke dalam satu budaya dominan.
“Saya membayangkan wajah NTB seperti Ampenan: rumah bagi keberagaman. Bukan hanya Sasak, Samawa, dan Mbojo, tapi juga Bali, Bugis, Melayu, Banjar, Bajo. Semuanya harus merasa memiliki ruang budaya utuh seperti di kampung halamannya,” ucap Iqbal.
Iqbal juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, terkait rencana pembentukan Balai Pelestarian Budaya NTB yang berdiri sendiri. NTB nantinya akan menjadi provinsi ke-7 yang memiliki balai pelestarian budaya terpisah dari Bali. “Dengan begitu, kekayaan budaya NTB akan dilihat dari perspektifnya sendiri, bukan lagi dari sudut pandang kebudayaan Bali,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua DPW KSBN NTB, TGH. Hazmi Hamzar, dalam kesempatan yang sama menyampaikan harapannya agar KSBN menjadi jembatan antara kalangan seniman dan tokoh agama. “Selama ini berjalan sendiri-sendiri. Semoga lewat KSBN, keduanya bisa bersinergi menciptakan warna baru bagi NTB,” katanya. (gil)

