Jakarta (Inside Lombok) – Festival seni Jakarta Art Paper yang digelar di Pondok Indah Mall (PIM) 3 pada 5–8 Februari menarik ribuan pengunjung. Pameran perdana bertema kertas ini menghadirkan konsep berbeda dengan menampilkan karya seni berbahan kertas yang jarang ditemui pada pameran seni rupa pada umumnya.
Salah satu pengunjung, Christian Sugiono, menilai Jakarta Art Paper menawarkan pengalaman yang berbeda dibanding pameran seni lainnya. Menurutnya, karya seni yang dipamerkan umumnya menggunakan kanvas berukuran besar, sementara pada pameran ini seniman merespons medium kertas sebagai bahan utama. “Ini para seniman yang merespon membuat seni dari kertas. Kita banyak melihat yang dari kanvas dan ukurannya besar-besar,” katanya.
Christian yang mengaku sebagai kolektor seni menyebut tertarik pada sejumlah karya yang dipamerkan, terutama karya berukuran kecil yang mudah dibawa. “Ada beberapa dan ini yang kecil yang bisa dibawa. Lumayan koleksi saya juga yang sudah ada di rumah,” ujarnya. Titi Kamal yang turut berkunjung juga memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut. Ia menilai pameran ini berdampak baik dalam mendorong lahirnya seniman baru. “Semakin banyak lagi pameran seperti ini,” katanya.
Titi Kamal dan Christian Sugiono mengaku telah mengoleksi sejumlah karya seni dan berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin. “Hiasan dari kertas ini bisa menjadi hiasan yang sangat cantik di rumah. Pokoknya aku sangat menyambut positif yang ada,” ungkapnya.
Manager Komunikasi Jakarta Art Paper, Dinda, mengatakan pameran ini melibatkan sekitar 28 galeri, baik dari dalam maupun luar negeri. Konten karya diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing galeri. “Kalau seniman kontennya kami serahkan kepada galeri. Ini peserta kami memang galeri dan menjual karya,” katanya.
Ia menjelaskan tema kertas dipilih karena medium tersebut mulai diminati sebagai bahan karya seni di berbagai negara. “Banyak yang sudah memamerkan seni khusus dari kertas. Jadi kami merasa penting,” ujarnya.
Dinda menambahkan, tantangan utama penyelenggaraan Jakarta Art Paper adalah memperkenalkan pameran ini kepada masyarakat luas. Meski hanya berlangsung selama empat hari, jumlah pengunjung tercatat mencapai ribuan orang dan sejumlah karya berhasil terjual. “Ada ribuan. Namun secara pastinya belum saya tahu. Tapi banyak yang datang dan menikmati pameran,” pungkasnya.

