Mataram (Inside Lombok) – Komisi II DPRD NTB meminta pelaksanaan operasi pasar murah selama Ramadan ini dimaksimalkan. Namun pelaksanaan jangan terpusat di pusat kota, melainkan ke pedesaan khususnya dengan angka kemiskinan tinggi.
Wakil Ketua Komisi II DPRD NTB, Megawati Lestari mengatakan pelaksanaan operasi pasar hingga tingkat pedesaan ini agar program-program pemda juga bisa dirasakan. “Bisa menyentuh ke masyarakat lapisan ke bawah. Apalagi angka kemiskinan ekstrem itu banyak disana di dapil saya dapil delapan. Harusnya masuk ke pedesaan,” katanya.
Pada bulan puasa ini permintaan terhadap kebutuhan pokok meningkat dari biasanya. Program operasi pasar disebut bisa membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah. Hanya saja, pelaksanaannya masih banyak terpusat di satu tempat sehingga butuh untuk dilaksanakan di tingkat pedesaan. “Itu kan harus masuk ke pedesaan. Jangan di perkotaan. Kabupaten itu jangan sentralkan operasi pasar itu di wilayah perkotaan,” tegasnya.
Ia menyarankan, sebelum pelaksanaan operasi pasar Pemprov NTB melalui OPD terkait misalnya Dinas Perdagangan melakukan pemetaan terlebih dahulu. Pemetaan ini untuk melihat kondisi masyarakat dan angka kemiskinan di wilayah tersebut. Dengan begitu, program yang dijalankan bisa tepat sasaran dan dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. “Kita harus petakan dulu dimana angka kemiskinan ekstrem itu. Disitulah dilakukan operasi pasar agar menyentuh ke lapisan bawah,” katanya.
Menurutnya, persoalan isi perut atau kebutuhan pokok ini kerap menimbulkan keributan. Dengan begitu, program-program yang dilaksanakan diharapkan bisa tepat sasaran. “Kebutuhan pokok kan masalah isi perut dan kelihatannya gampang tapi tidak mudah dalam pelaksanaannya,” tegasnya.
Operasi pasar dinilai cukup membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah. Karena harga yang diberikan kepada masyarakat yaitu sesuai harga distributor.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti mengatakan pemerintah Provinsi NTB akan melaksanakan operasi pasar di beberapa lokasi. Penentuan lokasi operasi pasar ini khusus di daerah-daerah dengan jumlah kemiskinan ekstrem terbanyak.
“Kami tidak bisa melaksanakan dalam satu bulan ini. Insya allah kami akan koordinasi dengan kabupaten dan kota supaya tidak tumpang tindih. Kalau di Bima operasi pasar di Desa Donggo,” katanya.
Pelaksanaan operasi pasar ini akan dilakukan berdasarkan data dari Dinas Sosial Provinsi NTB. Operasi pasar akan dilaksanakan di sembilan titik dengan jumlah kemiskinan ekstrem terbanyak. “Kami fokuskan ke ini. dan sekarang masih prepare. Kalau bulan Ramadan itu kabupaten kota,” katanya. (azm)

