Mataram (Inside Lombok) – Sebelum perhelatan MotoGP 3-5 Oktober akhir pekan ini, pihak FIM dan Dorna sudah melakukan pemeriksaan kelayakan sirkuit Mandalika. Dari pemeriksaan yang dilakukan dinilai cukup puas dengan kualitas sirkuit.
“Kemarin pihak FIM dan Dorna sudah keliling sirkuit lama sampai sore. Tapi kemarin mereka cuma keliling sebentar lihat dua jam meninggalkan dan mereka bilang sudah nanti kita ketemu,” kata Direktur Utama MGPA Priandhi Satria, Rabu (2/10) sore.
Ia mengatakan, dari pemeriksaan yang sudah dilakukan Sirkuit Mandalika menunggu homologasi FIM Great A keluar pada hari Kamis (2/10) ini. Dengan adanya homologasi ini, event MotoGP 2025 bisa dilaksanakan. “Homologasi H-1, hari kamis,” katanya.
Pemeriksaan yang sudah dilakukan FIM dan Dorna yaitu terkait cat, kebersihan dan beberapa lokasi lainnya. Karena jika tidak lolos homologasi maka balap tidak bisa digelar. “Insya allah homologasi pada hari Kamis akan keluar,” ungkapnya.
Untuk persiapan yang lain seperti marshall dan tenaga medis, Andi memastikan sudah siap. Bahkan ambulance sudah disiapkan di lokasi untuk mempermudah penanganan dan belum ada persoalan. “Ambulan sudah kita tempatkan disana dan kita lihat perlengkapannya mulai dari standar dan basic,” katanya.
Tidak itu saja, untuk memaksimalkan penanganan medis, akan disiapkan dua helicopter di Sirkuit Mandalika. Dua unit helikopter ini akan mempermudah penanganan ketika harus mendapatkan rujukan di RSUD NTB.
“Dua helikopter dari Basarnas dan dr. Eko akan memeriksa kelengkapan barang-barang. Dua helicopter akan melakukan fly test dari Sirkuit Mandalika dan mendarat ke RSUD NTB,” katanya.
Ketersediaan helicopter ini menjadi syarat mutlak pelaksanaan MotoGP. Karena jika tidak ada maka pelaksanaan balap tidak bisa dilakukan. “Adanya dua helicopter itu menjadi syarat mutlak. Sudah harus standby jam 06.30 wita. Kalau tidak ada balap tidak dimulai,” ungkapnya.
Selain itu, para pembalap juga akan mulai keliling di sirkuit Mandalika, Kamis (2/10) ini. Hal ini untuk melihat kondisi sirkuit apakah ada yang berubah atau tidak. “Jadi pembalap akan keliling jogging, jalan kaki dan untuk melihat kebersihan track. Apakah ada yang berubah. Mereka akan melihat semua kondisi track yang diubah sejak mereka balap tahun lalu,” katanya.

