Mataram (Inside Lombok) – NTB tercatat menempati posisi kedua di Indonesia dengan total nilai 4 persen untuk gangguan penglihatan. Jika diakumulatifkan, maka ada 37.530 kasus gangguan penglihatan, 78 persen penyebab kebutaan paling tinggi adalah katarak.
Membantu masyarakat yang terkena katarak, Kementerian Sosial (Kemensos) pun setiap tahunnya mengadakan kegiatan bakti sosial berupa operasi katarak. Sebanyak 11 ribu pasien di seluruh Indonesia diberi bantuan ini, di mana Provinsi NTB mendapat kuota sekitar 1,4 ribu pasien.
Dalam kunjungan kerjanya ke NTB, Senin (09/12) kemarin, Mensos RI, Saifullah Yusuf pun meninjau operasi katarak di Rumah Sakit Harapan Keluarga Mataram. “Saya bersama dengan Dirjen Rehabilitasi Sosial beserta rombongan hadir ke NTB untuk meninjau operasi katarak yang tahun ini dilaksanakan di RS Harapan Keluarga,” ujarnya.
Ia menyebutkan salah satu yang menjadi pertimbangan dalam menyelenggarakan kegiatan ini adalah karena berdasarkan data, masih ada 3 persen penduduk Indonesia yang mengalami masalah penglihatan, ada yang katarak dan lain-lain. “Faktornya banyak, contohnya usia. Memang yang cukup tinggi itu Jawa Timur, NTB, dan Sumatera Selatan, tetapi di sini sudah ada program khusus soal mengatasi masalah penglihatan khususnya katarak yang punya target 5 ribu setiap tahunnya,” lanjut Yusuf.
Setelah melakukan kunjungan lapangan, ia pun menilai penanganan pasien katarak di NTB telah berjalan baik. “Prosesnya dilayani dengan baik, prosedurnya, dokternya, semua berjalan dengan baik, mudah-mudahan ini akan diteruskan di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.
Yusuf pun mengajak kepada seluruh masyarakat yang memiliki masalah dalam penglihatan, bisa segera memeriksa diri ke dokter, rumah sakit dan lain sebagainya. “Kami mengajak semua mungkin yang punya masalah atau memiliki keluarga yang punya masalah penglihatan bisa periksa ke dokter, bisa lewat kepolisian, bisa lewat sentra yang dimiliki Kementerian Sosial, bisa lewat Dinsos-Dinsos di kabupaten kota, lewat mana saja yang memungkinkan untuk bisa menindak lanjuti keinginan dari warga yang ingin melakukan pemeriksaan mata, jadi kami sangat terbuka dan kita akan lakukan di tahun yang akan datang,” jelasnya. (r)

