Mataram (Inside Lombok) – Pemprov NTB menargetkan penyelenggaraan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII tahun 2025 sebagai ajang olahraga rekreasi dan tradisional terbesar di dunia. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan bahwa target tersebut bukan sekadar angan-angan, melainkan didukung oleh skala penyelenggaraan yang melibatkan lebih dari 100 cabang olahraga.
“Kami akan jadikan Fornas ini sebagai ajang olahraga rekreasi dan tradisional terbesar di dunia. Ungkapan ‘terbesar’ itu bukan sekadar mimpi, karena hampir tidak ada di dunia ini pekan olahraga rekreasi dan tradisional yang melibatkan sebanyak ini cabang olahraga,” ujar Iqbal.
Untuk memperluas jangkauan internasional, Pemprov NTB juga mengundang peserta dari negara-negara ASEAN dan sejumlah negara di Eropa. “Kami sangat berharap mereka bersedia hadir,” tambahnya.
Iqbal menjelaskan, Fornas VIII 2025 diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat lokal. Tidak seperti penyelenggaraan olahraga konvensional yang terpusat, Fornas akan digelar di lima kabupaten/kota di Pulau Lombok serta di Kabupaten Sumbawa Barat. “Kami harapkan Fornas dapat menghasilkan multiplier effect berupa perputaran ekonomi yang tinggi,” jelasnya.
Dalam semangat inklusivitas, penyelenggaraan Fornas juga akan melibatkan relawan dari berbagai daerah di sekitar lokasi acara. Selain itu, pihaknya juga berkomitmen menggunakan kendaraan listrik selama kegiatan berlangsung sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan dan energi bersih. “Kami ingin menunjukkan bahwa NTB memang siap dengan event-event besar,” kata Iqbal.
Menurutnya, karena Fornas mengusung konsep olahraga berbasis rekreasi, potensi promosi daerah sangat besar. “Bayangkan jika ada 15.000 orang yang mengunggah foto-foto dan cerita pengalaman mereka selama di NTB. Artinya, kami memiliki sekitar 15.000 item promosi yang tersebar setiap harinya,” paparnya.
Ia juga menekankan bahwa Fornas VIII akan menjadi momentum untuk memperkenalkan budaya lokal melalui berbagai olahraga tradisional yang berakar dari NTB. “Dengan mengangkat olahraga-olahraga tradisional, sebenarnya kita juga sedang mempromosikan budaya. Olahraga-olahraga khas NTB akan kami tampilkan dalam ajang ini,” tutupnya. (gil)

