Mataram (Inside Lombok) – Semua persoalan administrasi jemaah haji embarkasi Lombok seperti kartu nusuk sudah terselesaikan. Ribuan jemaah yang terbagi ke dalam 12 kelompok terbang atau kloter bisa melaksanakan ibadah dengan tenang menjelang puncak pelaksanaan ibadah haji.
Tim Petugas haji daerah (TPHD) Kloter 12 embarkasi Lombok, Hj. Megawati Lestari mengatakan pemantauan jemaah haji embarkasi Lombok juga dilakukan langsung oleh tim pengawas dari DPR RI dapil NTB II Pulau Lombok. “Permasalahan sudah selesai. Juga sudah dibagikan snack dan juga uang riyal. Dipantau juga kesehatan para jemaah,” katanya, Rabu (4/6) siang.
Diakuinya, pelaksanaan ibadah haji tahun 2025 ini memiliki banyak persoalan baik di daerah maupun pada saat tiba di Tanah Suci. Misalnya, persoalan yang muncul di Tanah Air yaitu keterlambatan visa dan saat tiba di Tanah Suci yaitu pembagian nusuk yang tidak merata. “Pemerintah Arab Saudi tahun ini menerapkan pengawasan yang sangat ketat bagi jemaah haji dari seluruh dunia,” katanya.
Pengawasan yang ketat ini diberlakukan sebagai salah satu langkah antisipasi adanya jemaah haji ilegal atau tanpa visa resmi. “Tahun-tahun sebelumnya Kerjasama dengan pekerja migran,” katanya.
Pembagian kartu nusuk bagi jemaah sudah hampir selesai. Karena mulai Kamis (4/6), para jemaah sudah mulai di Arafah. “Mungkin sudah 100 persen yang pembagian nusuk ini kepada jemaah,” katanya.
Ia mengatakan, persoalan visa yang terjadi pada saat pemberangkatan disebut di luar kendali Kemenag. Karena hal tersebut merupakan kewenangan dari Kerajaan Arab Saudi. “Otoritas aturan KSA yg berubah dan super ketat untuk jemaah haji tahun ini, sistem syirkah itu. Pas di tanah air gaduh soal,” katanya.
Persoalan yang terjadi pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini, menjadi salah satu daftar evaluasi tim pengawas haji di tingkat DPR RI bersama Kementerian Agama. Diharapkan, pelaksanaan ibadah haji tahun depan bisa lebih baik. “Karena sistem ini baru mulai berlaku tahun ini dari Kerajaan Arab Saudi,” katanya. Ia berharap, hingga pemulangan jemaah haji, semua dalam kondisi sehat sampai di Tanah Air dan bisa berkumpul dengan keluarga. (azm)

