Lombok Barat (Inside Lombok) – Saat ini wilayah NTB sedang dalam periode peralihan musim, dari musim penghujan ke musim kemarau. Untuk itu, masyarakat diminta untuk lebih mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan akan kembali meningkat selama periode peralihan ini.
Ketua Tim Data dan Analisis Stasiun Klimatologi NTB, Bastian Andarino saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsAspp, Jumat (14/03/2025), mengatakan pada periode ini hujan masih akan terus berlangsung. Namun secara umum, awal musim kemarau di wilayah NTB diprediksikan akan berlangsung pada pertengahan April hingga awal Mei 2025.
“Justru pada saat periode peralihan ini, potensi cuaca ekstrem kembali meningkat,” terangnya. Lebih jauh dijelaskan, terkait ciri khas dari periode peralihan ini adalah terjadinya perubahan cuaca secara cepat. Di mana biasanya pada pagi hingga siang hari cuaca akan dirasakan cerah hingga panas terik. Namun pada siang hingga sore hari bisa saja berubah menjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Karena perubahan keadaan cuaca yang diprediksi bisa terjadi secara tiba-tiba. “Waspadai potensi bencana berupa sambaran petir apabila sedang beraktivitas di tempat terbuka. Serta menghindari pepohonan tinggi pada saat ada angin kencang,” pesan Bastian. (yud)

