25.5 C
Mataram
Sabtu, 31 Januari 2026
BerandaDaerahNTBPerkuat Ketahanan Pangan Nasional, Bulog NTB Optimalkan Serapan Gabah dan Beras

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Bulog NTB Optimalkan Serapan Gabah dan Beras

Lombok Utara (Inside Lombok) – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) NTB menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan di Indonesia dengan menargetkan serapan gabah dan beras PSO (Penyediaan Beras untuk Operasi Pasar) Dalam Negeri pada tahun 2025. Total target yang diterima untuk pengadaan gabah dan beras PSO dalam negeri tahun 2025 adalah 180.600 ton setara beras, yang merupakan bagian dari target nasional sebesar 3 juta ton setara beras.

Hingga 6 April 2025, realisasi serapan gabah di NTB sudah melampaui target awal yang ditetapkan, yakni 18.944 ton atau 258 persen dari target yang seharusnya hanya mencapai 48.896 ton. Sebagai hasilnya, BULOG pusat melakukan penyesuaian terhadap target serapan gabah untuk NTB yang kini menjadi 56.831 ton GKP (Gabah Kering Panen). Keberhasilan ini menunjukkan kinerja yang luar biasa, mengingat NTB merupakan salah satu provinsi dengan tingkat serapan yang tinggi.

Namun, di sisi lain, untuk serapan beras medium PSO broken 25 persen, target serapan di NTB telah disesuaikan menjadi 150.264 ton, sementara realisasinya baru mencapai 8.654 ton. Hal ini menjadi perhatian serius bagi BULOG dan mitra-mitra pangan di daerah, yang diharapkan tidak hanya fokus pada maklon GKP, tetapi juga dapat segera merealisasikan komitmen pengadaan beras PSO mengingat waktu yang tersisa semakin terbatas.

“Secara keseluruhan, hingga 6 April 2025, realisasi serapan gabah dan beras PSO di Kanwil NTB mencapai 34.755 ton setara beras atau sekitar 28,48 persen dari target yang telah ditetapkan, yaitu 122.048 ton setara beras,” ujar Pimwil Perum Bulog Kanwil NTB, Sri Muniati.

Dikatakan, serapan tersebut berasal dari 1.273 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang tersebar di seluruh wilayah NTB. Untuk mempercepat pencapaian target, Bulog NTB mengharapkan akselerasi serapan lebih masif di wilayah-wilayah dengan potensi panen yang besar pada bulan April ini, seperti Cabang Bima dan Cabang Sumbawa. Meskipun Cabang Lombok Timur memiliki target serapan yang lebih kecil dibandingkan wilayah lain, realisasi serapannya hampir mencapai 30 persen dari target, menunjukkan komitmen dan kerja keras yang patut diapresiasi. “Meskipun demikian, yang pastinya seluruh wilayah operasional Kanwil NTB tetap optimis untuk semaksimal mungkin dalam serapan selama puncak panen bulan April 2025,” katanya.

Sampai saat ini, wilayah operasional Kanwil NTB dengan kontribusi terbesar dalam serapan gabah dan beras PSO berasal dari Kantor Cabang NTB 43 persen atau 15.051 ton setara beras, diikuti oleh Kantor Cabang Sumbawa 20,18 persen atau 7.015 ton setara beras. Kantor Cabang Lombok Timur 19,16 persen atau 6.659 ton setara beras, dan Kantor Cabang Bima 17,35 persen atau 6.030 ton setara beras. “Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerjasama Bulog dengan petani lokal dan mitra pangan yang berperan penting dalam proses serapan gabah dan beras,” ungkapnya.

Sementara itu, seiring dengan puncak panen raya yang berlangsung pada bulan April, BULOG NTB akan melaksanakan transaksi dengan 18 Poktan (Kelompok Tani) di berbagai wilayah NTB. Estimasi serapan gabah untuk transaksi ini diperkirakan mencapai sekitar 112 ton GKP, dengan nilai total sekitar Rp728 juta.

Dengan rincian estimasi serapan gabah per daerah. Lombok Tengan di Desa Teruwai, Kecamatan Pujut sebanyak 25 ton GKP. Kota Mataram, di Mapak Indah, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela sebanyak 14 ton GKP. Lombok Barat, di Desa Rumak Barat Selatan, Kecamatan Kediri sebanyak 10 ton GKP. Lombok Timur, di Desa Wanasaba, Kecamatan Aikmel sebanyak 4 ton GKP. Lombok Utara, Dusun Serimbun, di Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan sebanyak 1,2-2 ton GKP. Kabupaten Sumbawa Barat, di Desa Rempe, Kecamatan Seteluk sebanyak 25 ton GKP. Kabupaten Sumbawa di Orong Pari, Kecamatan Moyo Hilir sebanyak 6 ton GKP. Kemudian Kabupaten Bima di Desa Teke Palibelo sebanyak 10 ton GKP dan Kabupaten Dompu di Monta Baru sebanyak 16 ton GKP.

“Kami di Bulog NTB akan terus berfokus pada serapan gabah dan beras selama masa panen raya di April ini. Kami optimis bisa mencapai target yang telah ditetapkan dan menjaga ketahanan pangan untuk masyarakat,” pungkasnya. (dpi)

- Advertisement -

Berita Populer