24.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaDaerahNTBPersediaan Beras di NTB Dipastikan Aman Jelang Ramadan

Persediaan Beras di NTB Dipastikan Aman Jelang Ramadan

Mataram (Inside Lombok) – Persediaan beras di Provinsi NTB dipastikan sangat aman menjelang bulan Ramadan. Asisten II Setda NTB, Fathul Gani menyatakan bahwa stok beras di gudang-gudang penyimpanan daerah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan puasa.

Pemerintah juga telah memastikan distribusi beras berjalan lancar, sehingga tidak ada kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan atau lonjakan harga yang signifikan. Pemantauan distribusi beras ke pasar-pasar tradisional dan distributor di seluruh wilayah NTB untuk memastikan tidak ada kelangkaan pun terus dilakukan.

Upaya pemantauan harga dilakukan untuk mencegah terjadinya spekulasi harga yang dapat memberatkan masyarakat, khususnya pada saat Ramadan yang biasanya diiringi dengan peningkatan kebutuhan pangan. “Penyaluran beras untuk NTB selama Ramadan akan aman dan terkendali,” ungkap Fathul, Selasa, (18/2).

Selain persediaan beras, pemerintah juga memastikan bahwa distribusi barang pangan lainnya tetap berjalan dengan lancar, agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok mereka selama Ramadan. Masyarakat pun diimbau untuk membeli barang kebutuhan dengan bijak dan tidak melakukan penimbunan yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan pasokan dan permintaan.

Kebutuhan pangan lainnya juga menjadi fokus perhatian Pemprov NTB, dengan upaya untuk memonitor harga barang-barang pokok lainnya, seperti gula, minyak, dan kebutuhan sembako lainnya. Langkah-langkah pengawasan terhadap harga dan distribusi ini dilakukan untuk mencegah adanya lonjakan harga yang tidak wajar, yang dapat membebani masyarakat, terutama menjelang Ramadan.

Dengan persediaan yang terjaga dan upaya pengawasan yang maksimal, Pemprov NTB berkomitmen untuk memastikan bahwa Ramadan tahun ini dapat dilalui dengan aman, lancar, dan tanpa kendala pangan. “Kami memastikan, persediaan beras dalam tiga hingga empat bulan ke depan, masih aman. Jadi, masyarakat jangan khawatir,” tandas Fathul. (gil)

- Advertisement -

Berita Populer