Mataram (Inside Lombok) – NTB kembali menjadi salah satu episentrum pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) tahun 2025, dimana sebanyak Rp8,085 miliar uang tunai didistribusikan ke wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) dan dilepas secara resmi oleh Kepala BI NTB, Berry Arifsyah Harahap dari pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat. Saat ini program tersebut telah menyentuh 12 titik, menandakan konsistensi dan prioritas yang diberikan kepada NTB.
Momen penting ini melibatkan kunjungan ke lima pulau 3T yang menjadi denyut nadi perekonomian lokal. Yakni pulau Moyo, Medang, Maringkik, Bajo Pulo, dan Pusu Langgudu. “Kita bawa Rp8 miliar lebih. Angka itu naik 6 persen dari tahun lalu. Jadi harapannya, seluruh dana sebesar Rp8 miliar ini akan terserap habis untuk ditukar dengan uang rupiah yang bersih, tidak lusuh, dan utuh di kelima pulau 3T yang kita kunjungi,” ujar Deputy Kepala Kantor Perwakilan BI NTB, Ignatius Adhi Nugroho, Selasa (29/7).
Masyarakat di pulau-pulau tersebut diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan penukaran uang Rupiah layak edar secara maksimal dan mendukung geliat ekonomi lokal. Di setiap tahunnya pulau-pulau tersebut disasar untuk peredaran uang rupiah ini. Apalagi NTB masuk tahun keempat yang menerima distribusi uang tunai ini
“Karena pulau-pulau ini terdaftar sebagai pulau terluar dan berpenghuni.Nantinya, ada kemungkinan pulau terluar lain yang berpenghuni padat dan memiliki aktivitas ekonomi lebih besar dapat kita usulkan. Sementara ini, lima pulau yang kita pilih dan dianggap paling terluar dengan aktivitas ekonomi yang cukup signifikan,” jelasnya.
Fokus utama kegiatan ERB, sesuai namanya, adalah penukaran uang Rupiah. Namun, lebih dari sekadar transaksi finansial, ERB juga mengemban misi edukasi yang tak kalah penting. Selain penukaran uang Rupiah, kegiatan utama kami adalah melakukan edukasi, yang paling utama adalah cinta dan bangga Rupiah.
“Edukasi ini menjadi penting untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat dan menggunakan uang Rupiah dengan baik sebagai simbol kedaulatan negara,” ungkapnya.
Sementara itu, penyebaran uang Rupiah yang layak edar melalui ERB memiliki dampak langsung dan signifikan. Dimana tujuannya adalah untuk memperlancar kegiatan ekonomi di wilayah tersebut. “Jadi, dampak langsungnya adalah membuat kegiatan transaksi di sana menjadi lebih efisien, mudah, dan terjamin keamanannya. Secara langsung, ini meningkatkan efisiensi kegiatan transaksi,” pungkasnya. (dpi)

