24.5 C
Mataram
Jumat, 30 Januari 2026
BerandaDaerahNTBSembilan Jemaah Sedang Dirawat di Tanah Suci

Sembilan Jemaah Sedang Dirawat di Tanah Suci

Mataram (Inside Lombok) – Sebanyak 11 kloter atau kelompok terbang sudah sampai di Tanah Suci. Dari ribuan jemaah embarkasi Lombok yang sudah ada di Tanah Suci sebanyak Sembilan diantaranya sedang dirawat di rumah sakit setempat.

Plh Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Mataram, Suparlan mengatakan cuaca di Tanah Suci saat ini mencapai 42 derajat Celcius. Suhu ini dinilai tidak terlalu tinggi seperti musim haji tahun lalu. “Jemaah kita disana ada 9 yang dirawat dan tujuh di rumah sakit Arab Saudi dan dua lainnya di KKHI atau klinik Kesehatan haji Indonesia,” katanya Jum’at (16/5) pagi.

Sembilan jemaah haji ini mengidap penyakit berbeda-beda. Misalnya jemaah haji yang ada di Rumah Sakit Arab Saudi mengidap penyakit pneumonia, gagal jantung, anemia hingga demensia.

BKK Mataram memastikan jemaah yang sedang mendapatkan perawatan saat ini tetap bisa melaksanakan ibadah haji. Apalagi pada puncak haji yaitu di Arafah maka akan dibawa menggunakan kendaraan. “Mereka akan diangkut menggunakan ambulance maupun bis. Yang penting jemaah ini bisa masuk di Arafah. Karena haji itu Arafah,” katanya.

Menjelang puncak haji, BKK Mataram meminta para jemaah untuk menjaga kesehatan dan mengurangi ibadah sunnah. Jika nanti ibadah wajib sudah tuntas dilaksanakan maka bisa melaksanakan ibadah sunnah hingga menjelang kepulangan ke Tanah Air.

“Jemaah kita kurangi dulu aktivitas ibadah sunnah. Karena ini mendekati puncak haji. Jangan terlalu banyak umrah dan hindari Terik matahari dan banyak-banyak minum air dan buah,” katanya.

Ia menegaskan, sudah ada tim di Tanah Suci yang nantinya akan membantu mengkoordinir jemaah haji. Terutama menjaga pola hidup sehat selama berada di Tanah Suci.

Selain itu, para jemaah juga harus menjaga penularan penyakit lainnya baik yang dari sesame kloter atau jemaah yang berasal dari negara lain. Apalagi, beberapa jemaah dari Provinsi NTB yang diberangkatkan mengidap TBC. “Yang kita berangkatkan itu TB dalam pengobatan. Kalau penularannya tidak terlalu besar. Yang penting jemaah disana kan kumpul sedunia jadi jangan lupa pakai masker. Jadi penularan bisa melalui pernapasan,” tegasnya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer