Mataram (Inside Lombok) – Asosiasi Kesehatan Haji Indonesia (AKHI) Provinsi NTB menggelar seminar kesehatan haji yang diikuti lebih dari 300 peserta pada Minggu (23/11) di Mataram. Kegiatan tahunan ini bertujuan memperbarui pengetahuan petugas kesehatan haji serta mempersiapkan calon petugas menghadapi penyelenggaraan ibadah haji 2026 yang memiliki ketentuan kesehatan lebih ketat.
Fasilitator Pelatihan Untuk Petugas Haji pada Kementerian Kesehatan RI, dr. Erwin Syah, mengatakan seminar ini menjadi wadah berbagi pengalaman dan memperbarui kebijakan terbaru terkait penyelenggaraan kesehatan haji. Ia menyebut para calon petugas dapat memahami kondisi di Tanah Suci agar memiliki kesiapan optimal sebelum diberangkatkan. “Dengan seminar ini sharing ilmu dan mengupdate kebijakan terbaru apa saja terkait penyelenggaraan haji dan kesehatan haji,” ujarnya.
Ketua AKHI NTB, H. Ali Wardana, menjelaskan organisasi tersebut berperan mengembangkan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan, seminar, dan berbagai kegiatan lain. Ia menegaskan AKHI membantu tenaga kesehatan memperbarui pengetahuan dan keterampilan sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan haji serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai menjaga kesehatan sebelum, selama, dan setelah ibadah haji. “Kita juga pantau jamaah yang risiko tinggi hingga penguatan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.
Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Mataram, dr. Aulianto, menyampaikan harapannya agar AKHI NTB dapat memperkuat peran dalam menjamin kesehatan jamaah sebelum keberangkatan. Menurutnya, ketentuan kesehatan haji 2026 semakin ketat sehingga jamaah yang tidak memenuhi syarat istithaah berpotensi tidak diterima di Arab Saudi. “Kita baca di berita kalau tidak istitoah itu tidak diterima di Arab Saudi bahkan kalau ketahuan itu akan dipulangkan,” ujarnya.
Ketua Panitia, H. Lalu M. Harmain Siswanto, menambahkan bahwa selain seminar, AKHI NTB juga melaksanakan pelantikan pengurus periode 2025–2029 yang berasal dari berbagai instansi. Ia menyebut seminar digelar secara offline dan online dengan peserta dari beragam profesi kesehatan. “Tahun ini kita target 300 tapi melebih target dan sampai 350 orang karena ada yang secara online,” katanya.
Kegiatan ini menjadi rangkaian persiapan AKHI NTB dalam memperkuat pembinaan petugas dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan jamaah haji pada penyelenggaraan haji 2026.

