Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah pusat telah menghentikan sementara penyaluran beras bantuan pangan atau SPHP untuk 16 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai Februari ini. Kebijakan ini diharapkan menjadi atensi pemerintah dengan potensi dampak-dampak yang akan ditimbulkan.
“Penting untuk memastikan bahwa penghentian sementara ini tidak mengganggu ketersediaan beras bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Anggota Komisi IV DPR RI, Johan Rosihan
Ia mengatakan penghentian SPHP yang diberlakukan ini juga termasuk di Provinsi NTB. “Penghentian sementara bansos beras dan SPHP bertujuan untuk menjaga harga gabah di tingkat petani. Agar tidak jatuh selama masa panen raya,” katanya.
Ia mengatakan, dengan mengurangi suplai beras ke pasar, diharapkan harga gabah tetap stabil dan petani mendapatkan keuntungan yang layak. Disebutkan, Perum Bulog saat ini memiliki cadangan beras sekitar 1,9 juta ton. Jumlah ini dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional dalam jangka pendek. “Pemerintah harus memastikan bahwa penghentian sementara distribusi beras bantuan pangan ini tidak mengganggu ketersediaan beras di masyarakat,” katanya.
Kebijakan penghentian sementara penyaluran bansos beras ini menurut Johan dapat berdampak pada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Karena selama ini, MBR sangat bergantung pada bantuan tersebut.
Menurutnya, pemerintah perlu melakukan mitigasi atau mengurangi risiko dampak buruk dari kebijakan ini. Terutama terhadap MBR guna memastikan mereka tetap mendapatkan akses pangan yang memadai selama periode ini. “Diperlukan langkah-langkah mitigasi untuk memastikan mereka tetap mendapatkan akses pangan yang memadai selama periode ini,” ujarnya.
Ia mengatakan, pemerintah perlu memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai alasan dan durasi waktu penghentian sementara ini. Sehingga efektif untuk membantu masyarakat memahami tujuan kebijakan dan mengurangi potensi keresahan. “Masyarakat di bawah tetap berharap program ini tetap berjalan, sehingga pemerintah perlu memberikan penjelasan yang lebih detail dan terbuka,” katanya. (azm)

