Mataram (Inside Lombok) – Selama bulan Ramadan ini Pemkot Mataram akan memaksimalkan operasi pasar murah (OPM). Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan oleh Pemkot Mataram melainkan juga kerjasama dengan stakeholder terkait salah satunya Bank Indonesia (BI)
Harga kebutuhan pokok yang akan diberikan kepada konsumen lebih murah dari harga di pasar. Berdasarkan data Dinas Perdagangan Kota Mataram harga cabai saat ini sudah mulai turun hingga Rp80 per kilogram (kg).
Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting pada Dinas Perdagangan Kota Mataram, Sri Wahyunida mengatakan harga cabai saat ini sudah mulai turun yang sebelumnya tembus Rp210 ribu per kg. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama dan sudah mulai terjadi penurunan menjadi Rp120 ribu per kg hingga Rp80 ribu per kg. “Kalau harga cabai sekarang sudah mulai melandai,” katanya.
Selain cabai, operasi pasar murah yang digelar juga menyediakan sejumlah kebutuhan pokok lainnya seperti telur, beras minyak dan lainnya. Operasi pasar mulai digelar di Kantor DPD II Kota Mataram. “Di safari Ramadan-nya pak wali dan pak wakil kita usahakan nanti yang harganya Rp15.700 untuk minyak. Jadi sesuai dengan HET,” katanya.
Untuk beras kata Nida akan menggunakan stok di Bulog dengan harga Rp13 ribu per kg dengan kualitas premium. Selain itu, Dinas Perdagangan Kota Mataram juga akan menyiapkan beras kualitas premium dengan harga Rp14.400 per kg. “Ini masih di bawah HET semua. Karena kalau HET beras itu Rp14.900 kualitas premium,” katanya.
Selama operasi pasar, Dinas Perdagangan Kota Mataram membatasi jumlah pembelian. Pembatasan jumlah pembelian ini agar tidak dijual lagi. “Kalau cabai nanti dibungkus 1/4 kg dan maksimal beli 1/2 kg. Sesuai dengan kebutuhan rumah tangga,” katanya.
Di sisi lain, Dinas Perdagangan Kota Mataram juga menggelar kolaborasi operasi pasar murah keliling (Kopling). Program ini sudah berjalan di sejumlah lingkungan di Kota Mataram dan menyediakan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah. “Memang harga disana harus murah dibawah harga pasar. Kita tidak melibatkan distributor tapi Bank Indonesia yang bekerjasama dengan distributor,” katanya. (azm)

