Mataram (Inside Lombok) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB memeriksa kesiapan fasilitas dan armada di terminal tipe A Mandalika, Kota Mataram. Pasalnya, salah satu jalur mudik lebaran yang ada di Kota Mataram sudah mulai dipadati pemudik.
Ketua Komisi IV DRPD NTB, Hamdan Kasim mengatakan sidak yang dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik. Selain itu, melihat kesiapan fasilitas terminal jelang puncak mudik yang diprediksi terjadi pada Kamis (27/3) mendatang. “Kita melihat penumpang mulai padat,” katanya, Senin siang (25/3) di Terminal Mandalika Kota Mataram.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD NTB, Lalu Wirajaya menyebut sidak yang dilakukan memastikan kondisi pelayanan bus kelas eksekutif dan super kelas tersebut tidak mengalami kendala. “Kami minta pokoknya nyaman dan aman penumpang sudah senang,” ujarnya.
Dari sidak yang dilakukan, Wirajaya menilai pelayanan bagi penumpang bus di Terminal Mandalika saat ini sudah bagus. Namun, peningkatan pelayanan itu juga harus dilakukan untuk mengantisipasi membludaknya penumpang saat puncak arus mudik. “Keamanan dan kebersihan toilet juga harus ditingkatkan itu yang jadi perhatian,” tegasnya.
Pantauan di lapangan penumpang masih membeli tiket secara offline. DPRD NTB meminta pihak terminal, memberi skema arus pembelian tiket penumpang sehingga jangan sampai tiket kehabisan. Sehingga pembelian tiket disarankan menggunakan sistem online. “Kita antisipasi jangan sampai kehabisan tiket. Kita sarankan gunakan sistem online,” ujarnya.
Kepala Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Mandalika Marthen D Tanone memastikan tidak ada permainan harga tiket selama mudik lebaran Idulfitri 1446 hijriah. “Kita pastikan tidak ada. Memang tahun lalu ada kami temukan. Tahun ini kami pastikan tidak ada,” katanya.
Dia mengaku belum bisa menerapkan pembelian tiket dengan sistem online. Karena saat ini sistemnya belum diperbaiki sehingga saat ini pembelian tiket masih dilakukan secara offline di kawasan terminal. “Bisa secara online cuma sistemnya belum diperbaiki,” ujar Marthen.
Marthen memprediksi, lonjakan pemudik tahun 2025 mencapai 10,6 persen atau setara sekitar 27 ribu penumpang. Adapun jumlah armada mencapai 43 bus. Namun jika masih kurang, maka akan disiapkan oleh Damri. “Kalau kekurangan armada kita backup pakai Damri,” tegasnya. (azm)

