Lombok Tengah (Inside Lombok) – Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) RI, Christina Aryani memberikan sosialisasi kepada mahasiswa Politeknik Pariwisata Lombok pada terkait dengan peluang kerja ke luar negeri, Selasa (25/3). Meski kerja di luar negeri cukup menjanjikan, tapi perlu lebih selektif dan hati-hati dalam memilih pekerjaan yang ditawarkan.
“Pak Direktur Poltekpar Lombok Sudah melakukan survei kepada mahasiswa, ternyata banyak mahasiswa yang minat untuk bekerja di luar negeri dalam bidang hospitality. Tadi hasilnya ada 76 persen ingin ke Malaysia dan negara lainya,” ujarnya Christina Aryani di Poltekpar Lombok.
Dia menjelaskan, jika ada yang sudah berminat maka pihaknya memiliki tugas untuk menjelaskan bagaimana prosedur sehingga ketika bekerja bisa berjalan lancar. “Kami memberikan pencerahan dan informasi dalam hal ke luar negeri,” imbuhnya.
Christina mengingatkan kepada para calon tenaga kerja Indonesia untuk melaporkan ke Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB untuk lebih teliti jika melihat iklan rekrutmen bekerja di luar negeri yang mencurigakan.
“Ini harus dipahami, karena walaupun sudah jelas, tapi tetap aja ada yang jadi korban, jadi kita ingatkan jangan langsung percaya diverifikasi informasinya. Kami punya BP3MI NTB di sini, bisa menjadi sumber untuk mengecek informasi,” imbuhnya. Selain mewaspadai iklan perekrutan ilegal pihaknya juga mengingatkan untuk memberikan informasi peluang serta tip dan trik kerja prosedural di luar negeri.
Saat ini kata Wamen, sudah ada peluang kerja di negara Turki, Kroasia dan Bulgaria sedang membuka peluang untuk pekerja migran dari Indonesia di sektor hospitality. Tiga negara tersebut menjadi alternatif pasar sektor hospitality. “Tentunya kompetensi disiapkan, bahasa juga menjadi syarat yang mesti dipersiapkan,” tandasnya. (fhr)

