26.5 C
Mataram
Jumat, 30 Januari 2026
BerandaDaerahNTBWamenkop Sebut Pembentukan Kopdes Merah Putih untuk Hapus Liberalisme

Wamenkop Sebut Pembentukan Kopdes Merah Putih untuk Hapus Liberalisme

Lombok Timur (Inside Lombok) – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) RI, Ferry Juliantono gelar Dialog Percepatan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Sikur, Lombok Timur. Kehadirannya tersebut untuk memperjelas arah dan tujuan koperasi sesuai dengan apa yang menjadi cita-cita dari Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden disebutnya memiliki gagasan besar untuk mendirikan Kopdes Merah Putih agar bisa secara cepat berdampak luas bagi masyarakat. Kopdes pun memiliki dua makna, yakni koperasi di desa asetnya sangat ketinggalan jauh, padahal koperasi sebagai badan usaha yang termaktub dalam UUD sebagai tiang utama, dan itu akan ditegakkan kembali yang berbasis pada Soko Guru.

Adanya pembentukan 80 Kopdes Merah Putih di seluruh Indonesia diharapkan dapat secara cepat bergerak dan aset bisa meningkat signifikan. Dijelaskannya koperasi di Indonesia kebanyakan simpan pinjam, itu akibatnya koperasi mulai ditinggalkan saat ini, namun kegiatan itu tentunya merupakan metode bertahan bagi para koperasi hingga sekarang.

“Tahun 1998 diminta Presiden Indonesia untuk tanda tangan oleh pihak luar untuk mengurangi pengaruh pemerintah dalam koperasi, dan itu merupakan liberalisasi. Pak Presiden Prabowo akan mengembalikan dan menghadirkan negara dalam mengatur sistem koperasi,” jelasnya, Selasa (03/06/2025).

Masyarakat Indonesia dikenal memiliki jiwa gotong royong yang sangat kuat, namun angka partisipatifnya sangat kurang dalam koperasi. Hal itu karena disebabkan koperasi selama ini tidak efektif, dan diharapkan 80 ribu Kopdes Merah Putih ini dapat bisa kembali menjadi Soko Guru perekonomian lagi.

Sebanyak 83.794 ribu desa akan dipercepat pembangunannya melalui koperasi, karena Presiden menganggap desa adalah wilayah yang terbelakang baik angka kemiskinannya, akses, peluang kerja, praktek rentenir, dan kurang mendapatkan harga yang terjangkau karena mata rantai yang terlalu panjang dan menyebabkan harga bisa melonjak tinggi.

“Kita bisa bayangkan gagasan brilian dari Presiden, sekitar 83.794 Kopdes Merah Putih sekaligus menyelesaikan dua masalah yakni masalah koperasi dan desa dengan niatan yang sangat baik,” paparnya.

Ia mengatakan dalam Kopdes tersebut didukung banyak sekali lembaga kementerian. Ia juga menyampaikan bahwa saat ini Kopdes telah dibentuk sebanyak 78.200, sementara pembentukan badan hukum hampir menyentuh 15. ribu lebih. Itu dianggap telah sesuai dengan yang dikatakan Menko Satgas Pangan dan pada bulan Juni akan diselesaikan secara serentak dan di NTB 100 persen sudah melaksanakan Musyawarah Desa Khusus. “Kecepatan penyelesaian badan hukum hampir 200-300 per hari, Presiden akan meresmikannya pada bulan Juli yang bertepatan dengan hari Koperasi nasional,” jelasnya.

Disebutkannya terdapat 6 kegiatan Kopdes Merah Putih yakni kantor koperasi, simpan pinjam, apotik desa, klinik, gerai, dan gudang untuk menyimpan barang yang akan disuplai dari BUMN dan produk tanaman pangan masyarakat desa. Presiden ingin memberikan bantuan truk kredit juga kepada kopdes sebanyak dua unit.

Di luar itu, Kopdes boleh mengadakan kegiatan usaha bisnis sesuai dengan potensi desanya sehingga dapat membesarkan usaha yang sudah maju. Ketika sudah terbentuk maka akan membuka peluang dan kesempatan kerja bagi masyarakat desa. “Kemarin salah satu job fair sangat membludak sekali, kita harapkan kopdes jika dapat membuka lapangan kerja bagi 10-20 orang, maka itu sudah sangat besar,” pungkasnya. (den)

- Advertisement -

Berita Populer