25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaDaerahNTBWayang Sasak Tampil di Korea, Disambut Hangat Publik Internasional

Wayang Sasak Tampil di Korea, Disambut Hangat Publik Internasional

Mataram (Inside Lombok) – Pertunjukan Wayang Sasak dengan lakon Benih Perdamaian dari Timur yang digelar di Kota Namwon dan Jeonju, Korea Selatan, pada 22 dan 24 September 2025 mendapat sambutan hangat dari publik internasional. Karya yang dibawakan Sekolah Pedalangan Wayang Sasak (SPWS) itu menghadirkan pesan perdamaian di tengah situasi global yang memanas.

Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari Forum Internasional Festival Chongyang di Namwon serta Forum Penganugerahan Penghargaan Internasional Jeonju untuk Promosi Kekayaan Budaya Takbenda (JIAPICH) 2025. Selain tampil, SPWS juga terpilih sebagai salah satu dari tiga lembaga penerima penghargaan JIAPICH 2025 atas undangan Pusat Penelitian Kekayaan Budaya Takbenda Korea (CICS).

Ketua Dewan Juri JIAPICH 2025, Profesor Ghil’ad Zuckermann, D.Phil. (Oxford), menyampaikan apresiasi atas pertunjukan tersebut. “Pertunjukan Sekolah Wayang Sasak di Namwon dan Jeonju, Korea Selatan, sangat mendalam sekaligus menghibur. Sebuah mekanisme yang luar biasa untuk mendorong perdamaian dan harmoni di dunia kita yang terpecah belah,” ujarnya.

Aktivis CICS, Shinwa Hong, juga mengaku tersentuh dengan pesan yang dihadirkan SPWS. “Pertunjukan itu bisa dinikmati semua kalangan, tak hanya bagi saya yang dewasa, saya melihat anak-anak juga menikmati pertunjukan dengan pesan sederhana yang sangat mendalam,” katanya.

Lakon Benih Perdamaian dari Timur menceritakan perjalanan Umar Maye yang ditugaskan Raja Jayeng Rane mencari obat mujarab bagi perdamaian dunia. Dalam perjalanannya, Umar Maye membawa Kembang Dangar dari Lombok dan bertemu dengan Raja Dangun dari Korea. Pertemuan itu melahirkan ramuan perdamaian dari bunga Dangar dan Mugunghwa, bunga kebangsaan Korea, yang disimbolkan sebagai bibit perdamaian untuk dunia.

Dalam pementasan tersebut, karakter wayang botol Wa dan Tol ikut menebarkan benih perdamaian kepada penonton. Anak-anak dilibatkan sebagai “pasukan perdamaian” yang akan menyemai pesan tersebut di setiap hati manusia.

Kepala SPWS, Safwan, menyampaikan rasa syukurnya atas respons positif publik internasional. “Ternyata wayang Sasak bisa diterima oleh penonton internasional,” ujarnya. Ia berharap generasi muda di Lombok juga dapat lebih mengenal dan melestarikan budaya mereka. “Semoga anak-anak muda di Lombok tidak malu mengenali dan mendalami budayanya sendiri,” katanya.

- Advertisement -

Berita Populer