Mataram (Inside Lombok) – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram menyebut jemaah kloter 3 yang belum mendapatkan visa sebanyak dua orang. Dua jemaah ini akhirnya harus dipulangkan setelah sampai di Asrama Haji.
“Itu cuma dua orang. Kita kan cek dan kemarin sudah kasih imbauan tapi kayaknya tidak diperhatikan pada saat pelepasan,” kata Kepala Seksi Haji dan Umrah pada Kemenag Kota Mataram, Kasmi, Senin (5/5) pagi.
Ia mengatakan, dua jemaah tersebut terpaksa terpisah dengan istrinya yang diberangkatkan dengan jemaah kloter 3. Untuk bisa kumpul kembali dengan para jemaah yang lain, dua jemaah tersebut digabung dengan kloter lainnya asal Lombok Timur. “Istrinya berangkat duluan. Kita terus tumpangkan dengan kloter dari Lombok Timur suami-suami itu. Jadi tidak dipulangkan dan hari ini pasti berangkat dia,” katanya.
Ia mengakui, dengan persoalan visa yang belum keluar ini para jemaah harus lebih bersabar. Hal ini berdampak pada adanya yang berangkat tidak sesuai dengan kloternya. Permasalahan visa banyak yang belum keluar ini tidak hanya di Kota Mataram ataupun di Provinsi NTB melainkan secara nasional. “Ini kan terjadi secara nasional bukan kita saja. Kloter pertama sudah kacau, Lombok Tengah juga kacau. Jadi kita juga mengikuti,” katanya.
Diterangkannya, jumlah jemaah yang diberangkatkan kloter 3 yaitu sebanyak 379 orang termasuk petugas pendamping haji daerah (PHD). Dimana sebelumnya jumlah jemaah yang berangkat kloter 3 yaitu sebanyak 386 orang. Namun dari jumlah ini sebanyak 6 tempat duduk kosong dan empat orang mengundurkan diri.
“Yang empat orang itu dua orang tidak punya visa dan dua orang lainnya itu belum keluar namanya tapi sudah punya visa. Tapi dia belum keluar namanya di manifes penerbangan itu. Sehingga para suami itu istrinya berangkat duluan dan hari ini kita tumpangkan di kloter Lombok Timur,” katanya.
Meski ada jemaah yang pindah kloter, Kemenag Kota Mataram memastikan setelah sampai di Madinah akan berkumpul dengan jemaah kelompoknya masing-masing. “Nantinya tetap bisa ketemu dengan jemaah kloter 3 di Madinah. Kita tetap koordinasi dengan petugas disana dan sampai disana akan dikumpulkan lagi menjadi satu hotel,” katanya.
Kemenag Kota Mataram saat ini akan memastikan jemaah yang termasuk kloter 9, sudah mendapatkan visa sebelum diberangkatkan. Dengan demikian, untuk sementara waktu Kemenag Kota Mataram tidak membuka pelayanan dan menyelesaikan persoalan visa jemaah. “Kita tidak berani menerima jemaah untuk komunikasi apapun. Kalau kita terima jemaah maka pekerjaan kita akan tertunda. Kita fokus masih menyelesaikan sisanya ini,” tegasnya.
Saat ini jumlah jemaah calon haji Kota Mataram yang belum mendapatkan visa sebanyak 254 orang. Ratusan jemaah ini merupakan kloter 9 dan akan masuk asrama haji pada tanggal 11 Mei dan diberangkatkan pada tanggal 12 Mei. “Kloter 9 merupakan kloter campuran antara Kota Mataram dan Lombok Barat. “Kita sedang kebut dengan dokumennya,” tutupnya. (azm)

