Mataram (Inside Lombok) – Setelah diresmikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto, 21 Juli lalu, koperasi merah putih di Kota Mataram masih ada yang belum berjalan. Bahkan, baru beberapa koperasi saja yang mulai konsultasi terkait pengajuan modal di himpunan bank milik negara (Himbara).
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi (Disprinkop) dan UMKM Kota Mataram H. Ramdhani, mengatakan saat ini baru ada tiga koperasi yang aktif melakukan komunikasi terutama masalah pendanaan. “Itu nanti dari Himbara maksimal Rp3 miliar,” katanya Jumat (8/8) pagi. Ia mengatakan, koperasi ini mengajukan modal ke himbara dan nanti akan dilihat apakah layak atau tidak untuk diberikan modal. “Itu dari Bintaro dan Rembiga yang kami usulkan,” ujarnya.
Para pengurus koperasi merah putih ini diharapkan bisa lebih aktif untuk mengajukan permodalan. Diakuinya, belum mengetahui secara pasti jumlah koperasi yang sudah aktif dan menjalankan usahanya. “Saya belum melihat sendiri ya dan saya belum bisa pastikan. Coba saya inventarisasi dan sejauh ini hanya persiapan administrasi,” katanya. Koperasi yang belum berjalan ini disebabkan karena belum ada modal yang digunakan. Dimana salah satu sumber permodalan koperasi yaitu dari Himbara. “Nanti kita diskusikan (modal koperasi red). Mereka minimal punya simpanan pokok dan simpanan wajib dari swadaya mereka,” katanya.
Sebelumnya, koperasi merah putih akan menjalankan usaha menjual kebutuhan pokok seperti beras, gas elpiji, dan sebagainya. Sumber-sumber usaha ini nantinya melalui lembaga resmi seperti Pertamina, Bulog dan lainnya. “Itu sudah siap diakses dan dijual oleh koperasi merah putih. Mereka sudah siap mensupport,” katanya. Hanya saja kendala yang dihadapi oleh koperasi merah putih di Kota Mataram yaitu tempat untuk berjualan. Selain itu, SDM yang akan menjaga outlet akan disiapkan. Jangan sampai hanya ada papan nama tetapi usahanya belum jelas. “Itu perlu kita siapkan semua,” katanya. koperasi yang sudah maupun dalam proses beroperasi ini dihimbau untuk tidak berhenti di tengah jalan. “Jangan sampai baru seminggu berjalan sudah bingung,” tutupnya.

