Lombok Timur (Inside Lombok) – Perhelatan balapan terbesar di dunia yakni MotoGP akan kembali lagi terlaksana pada tahun 2025 ini yang akan terselenggara pada 5 Oktober nanti. Namun pihak Dinas Koperasi (Diskop) dan UMKM Lombok Timur (Lotim) telah menyiapkan skema agar pada pelaku UMKM yang terlibat dapat lebih banyak dari jatah yang telah dibagi oleh pemerintah provinsi.
Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM, Hirsan, mengatakan bahwa selama penyelenggaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika, pihaknya hanya berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dalam pembinaan UMKM yang mendapatkan stand berjualan di dalam sirkuit. Di mana ia mengakui selama ini kuota dibagi per kabupaten/ kota sebanyak 3-4 stand UMKM. “Jadi kita dikasih jatah 3 – 4 stand, sehingga mulai tahun 2024 kemarin kami berkolaborasi dengan pihak Rumah BUMN. Jadi kami memasukkan UMKM kita yang sudah dinyatakan layak,” katanya, Rabu (06/08/2025).
Para UMKM, selain mendapatkan jatah dari Diskop, juga dapat memanfaatkan stand yang dimiliki oleh Rumah BUMN. Namun, tak sembarang yang mendapatkan kesempatan tersebut, melainkan UMKM yang telah dinyatakan layak dari semua proses yang ada di Rumah BUMN. “Tentu prosesnya tidak mudah karena dari Rumah BUMN akan dikurasi lagi,” jelasnya.
Berkat kolaborasi tersebut, Hirsan mengungkapkan bahwa UMKM asal Lotim yang berjualan di dalam sirkuit sekitar 15 stand. Namun, UMKM yang tidak mendapatkan jatah stand dari pembagian Diskop. “Tentu UMKM itu jadi binaan Rumah BUMN, tapi itu tidak masalah bagi kita, yang penting UMKM kita bisa diberikan kesempatan untuk berjualan di sana (sirkuit),” pungkasnya. Jatah stand pada perhelatan tahun 2025 ini belum dimulai pembagiannya, tetapi Hirsan mengaku tetap berkomitmen akan menjalin sinergi dengan Diskop Provinsi dan Rumah BUMN untuk kembali berkolaborasi.

