Mataram (Inside Lombok) – Tren penjualan kendaraan di NTB mengalami penurunan di awal tahun 2025. Dari akumulasi Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB penjualan kendaraan bermotor, khususnya roda dua, masih mendominasi dibandingkan roda empat. Kondisi ini, tentu bisa saja mempengaruhi penerimaan pajak daerah.
“Iya (turun,red), tahun 2025 ini masih didominasi kendaraan roda dua, dibandingkan roda empat. Persentase secara total 35,79 persen selama 5 bulan pertama tahun ini,” ujar Plt. Kepala Bappenda NTB, Fathurrahman, Jumat (13/6).
Kendati demikian, ia tetap optimis dengan harapan daya beli masyarakat kedepannya bisa tumbuh di bulan-bulan berikutnya, terutama dengan adanya faktor pemicu, seperti musim panen yang biasanya mendorong peningkatan pembelian kendaraan.
“Kalau dari sisi mereka para penjual kendaraan tentu sudah melakukan survei tahunan (penjualan kendaraan,red) naik atau turun. Nanti kira-kira di triwulan terakhir antara bulan Oktober, November, Desember itu baru kelihatan. Karena biasanya mereka (pembeli) inden (pemesanan kendaraan),” terang
Diakui, dengan tren penurunan penjualan kendaraan tentu berdampak pada penerimaan pajak daerah. Dalam hal ini Bappenda NTB berencana untuk lebih menggalakkan penertiban kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (TMDU). “Kita sekarang merumuskan bentuk yang lebih fleksibel dan sifatnya lebih masif buat masyarakat, terutama penggunaan digitalisasi,” tuturnya.
Selama ini kendala utama dalam penanganan TMDU adalah proses yang kurang fleksibel. Dengan perluasan akses digitalisasi dan pola pembayaran yang lebih mudah melalui transfer, diharapkan masyarakat akan lebih termotivasi untuk memenuhi kewajiban pajaknya. Tak hanya itu, Bappenda NTB juga tengah merumuskan program insentif pajak yang menarik
“Sedang kita rumuskan ini, pada saatnya nanti pasti kita akan lakukan itu (intensif pajak, Red) mungkin lebih progresif dibanding daerah lain setelah melihat beberapa keringanan dilakukan daerah lain, tentu ada hal yang memang kita juga sasar,” jelasnya.
Dengan berbagai strategi ini, Bappenda NTB optimis dapat mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk terus berinovasi dalam mengelola pendapatan, demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat NTB. “Target kita tahun ini di PAD Rp 1,6 triliun lebih, optimis tercapai,” demikian. (dpi)

