Mataram (Inside Lombok) – Kunjungan Istri Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming, Selvi Ananda memberikan dampak positif terhadap para pelaku usaha di NTB Mall. Pasalnya, jumlah transaksi dari kunjunganya bersama Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (SERUNI) ke NTB Mall menghasilkan angka cukup tinggi.
Salah seorang pengrajin kain tenun di NTB Mall, Farid menyebutkan jumlah kain yang terjual paling tinggi tahun 2025 ini. Dimana, kain dengan kualitas premium yang dijajakan laku hingga 25 lembar. “Kita pajang yang kualitas premium harganya dari Rp820 ribu hingga Rp3,5 juta,” katanya.
Disebutkan, kain dengan harga Rp3,5 juta laku mencapai 10 lembar. Sedangkan yang lain juga laku hingga Rp15 lembar. Tingginya jumlah pembeli ini karena tertarik dengan pewarna alam yang digunakan. “Ini mereka tertarik dengan pewarna alamnya,” katanya.
Farid menyebutkan, jumlah pendapatan dari kunjungan Istri Wakil Presiden dan istri para Menteri ke NTB Mall mencapai Rp40 juta lebih. Jika dibandingkan di hari biasanya, dalam sebulan kain yang mampu terjual yaitu 50 lembar. “Biasanya 50 lembar. Itu diambil oleh art shop dan ada 4 art shop yang menjadi langgan mengambil kain tenun,” kata pengrajin dari Ungga Lombok Tengah ini.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Jamaludin Malady mengatakan kunjungan tersebut ke NTB Mall berlangsung kurang lebih selama 1,5 jam. NTB Mall diperkirakan mendapatkan omzet hingga ratusan juta.
Berdasarkan pemantauan, Selvi membeli berbagai produk yang ada di NTB Mall, mulai dari kain, aksesoris, hingga kuliner. Hal yang sama juga terjadi pada semua istri menteri yang turut menemani kunjungan Ketua Dekranasda RI ini.
“Terkait jumlah, sampai saat ini kami belum menghitung, sepertinya beratus-ratus juta. Karena saya memantau tadi di kasir ada yang Rp50 juta per orang, Rp30 juta, bahkan ada yang lebih,” ujarnya.
Menurutnya, alasan istri Menteri tertarik dengan kain tenun NTB karena kualitas kain dan harga yang bersahabat. Bahkan beberapa istri Menteri ikut memborong kain tenun untuk dijadikan pakaian, bahkan ada yang berencana untuk dijual. “Tadi saya tanya salah satu ibu Menteri, kok banyak sekali belanja. Ternyata kaget melihat harga dan diraba kain tenunnya ternyata halus, bagus dan tentunya murah,” ungkap Jamal.
Harga produk lokal yang ada di NTB Mall, sambungnya memang harus terjangkau. Sebab ada Pergub yang mengatur bahwa pemerintah harus menjual produk lokal dengan harga yang terjangkau supaya UMKM daerah bisa berpromosi di NTB Mall. “Administrasinya harus kecil dibandingkan berbelanja di tempat lain. Dan itu diakui oleh ibu Menteri,” sambungnya. (azm)

