Mataram (Inside Lombok) – Rumah BUMN Lombok Barat bersama Alfamart menggelar pembahasan strategi distribusi produk UMKM yang dihadiri Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lombok Barat, Lalu Agha Farabi, S.T., M.M. Acara tersebut juga diisi penyerahan simbolis Bright Gas dari PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM daerah.
Kadisperindag Lombok Barat, Lalu Agha Farabi, menyambut baik kolaborasi antara Rumah BUMN Lombok Barat dan Alfamart. Ia berharap semakin banyak produk UMKM yang dapat terserap pasar ritel modern. “Masuk ritel besar seperti Alfamart tentu menjadi peluang yang bagus bagi pelaku usaha kita. Tantangannya adalah bagaimana menyesuaikan dengan kebutuhan pasar ritel itu sendiri,” ujarnya.
Adina Edian Putri, Manajer Program Rumah BUMN Lombok Barat pun menerangkan kolaborasi dengan Alfamart ini menjadi langkah penting untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM Lombok Barat. “Kami melihat antusiasme pelaku usaha dan komitmen ritel modern sebagai kombinasi yang sangat positif. Harapannya, semakin banyak produk lokal yang bisa berdiri sejajar di rak-rak nasional dan membuktikan bahwa kualitas UMKM kita mampu bersaing dengan produk besar,” ujarnya.

Salah satu UMKM binaan Rumah BUMN Lombok Barat, Asyraf Coffee pun menjadi contoh sukses produk UMKM yang berhasil menembus pasar ritel. Owner Asyraf Coffe, Askari, menyampaikan bahwa dua produk perusahaannya, yaitu kopi robusta dan wedang rempah, telah mulai masuk ke gerai Alfamart. Ia menyebut langkah awal ini menjadi prioritas sebelum menambah produk lain sembari menunggu izin lebih lanjut dari pihak pusat.
Menurutnya, kopi robusta Lombok menjadi produk unggulan karena berupa bubuk tanpa campuran, sedangkan wedang rempah berbahan rimpang kering yang dapat diseduh atau direbus dan banyak dicari terutama pada masa pandemi COVID-19. Askari mengatakan penjualan kedua produk tersebut saat ini berjalan seimbang.
Ia menjelaskan peluang masuk Alfamart berawal dari inisiatifnya mencari manajer distribusi (MD) di setiap gudang supermarket. Setelah menyerahkan sampel produk, pihak gudang menindaklanjuti dengan pengecekan rumah produksi untuk memastikan legalitas dan standar seperti BPOM, P-IRT, dan sertifikasi halal. Askari menilai proses tersebut penting untuk memenuhi manajemen dan aturan ritel modern.

