Jumlah Kasus DBD di Mataram Mulai Menurun

Ilustrasi: kegiatan fogging di Kelurahan Dasan Agung, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, untuk mencegah berkembangbiaknya nyamuk demam berdarah. (Foto: Inside Lombok/ANTARA /Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Mataram saat sudah mulai menurun dengan jumlah kasus positif DBD murni di bawah 50 orang.

“Alhamdulillah, tren kasus DBD pada Mei dan Juni sudah mulai turun. Semoga ini terjadi berkat partisipasi masyarakat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara mandiri di lingkungannya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Jumat.

Berdasarkan grafik data temuan kasus DBD dari Dinas Kesehatan Kota Mataram, tercatat puncak kasus DBD terjadi pada bulan Maret dengan jumlah kasus mencapai lebih dari 250 kasus. Kemudian mulai menurun pada bulan April 2020.

Sementara, lanjut Usman, jumlah kasus positif DBD murni secara kumulatif dari Januari-Juni 2020 tercatat sebanyak 652 orang, dan tiga di antaranya meninggal dunia.

“Selain 3 meninggal, dari 652 pasien DBD itu, sebagian besar sudah sehat dan kembali beraktivitas,” katanya.

Karenanya, untuk mendukung program pemantauan jentik nyamuk, Usman berharap peran serta kepala keluarga agar memiliki satu keluarga satu juru pemantau jentik (jumatik).

“Peran serta jumantik dalam keluarga menggerakkan anggota keluarganya melakukan upaya pembersihan dan penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) sangat penting dalam upaya menekan kasus DBD di kota ini,” katanya

Jadi, tambahnya, meskipun, kader tidak bisa keliling melakukan sosialisasi PSN karena pandemi COVID-19, tapi masyarakat bisa bertanggung jawab melakukan bersih-bersih di lingkungan rumah.

“PSN ini menjadi upaya paling efektif untuk membasmi jentik nyamuk. Kalau ‘fogging’ hanya bisa membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentiknya tidak,” ujarnya. (Ant)